Berita Kriminal

Ragu dengan Keterangan Istri Irjen Ferdy Sambo, LPSK Ogah Beri Perlindungan untuk Putri Candrawathi

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo mengaku pihaknya enggan memberikan perlindungan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi alias P.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Rendy Rutama Putra
Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo mengaku pihaknya enggan memberikan perlindungan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi alias P. 

TRIBUNBEKASI.COM - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai terdapat sesuatu hal janggal selama proses mendapatkan keterangan dari istri Irjen Ferdy Sambo, yakni Ibu Putri Candrawathi alias P.

Hal tersebut disampaikan Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, sebelum pihaknya menentukan keputusan diberikan perlindungan atau tidak, jajaranya tentu terlebih dahulu melihat beberapa aspek keterangan untuk pendukung.

Namun, dalam beberapa keterangan, Hasto menjelaskan juga menemui beberapa kejanggalan yang sempat dilihat terhadap bukti keterangan yang sudah didapat jajaranya.

Antara lain, terdapat dua laporan yang sudah diajukan, yaitu laporan Pasal 289 KUHP, dan Pasal 335 KUHP, yang dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada tanggal 8 Juli 2022 dan 9 Juli 2022.

Baca juga: LPSK Resmi Tolak Permohonan Perlindungan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ini Alasannya

Baca juga: Komnas HAM Sebut Ada Komunikasi Antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sebelum Bunuh Brigadir J

Baca juga: Ferdy Sambo Minta Maaf, Suami Putri Candrawathi Ini Mengaku Khilaf: Izinkan Saya Bertanggung Jawab

"Tapi, kedua laporan bertanggal berbeda, namun nomornya sama, karena itu, kami mungkin terkesan lambat dan muncul pertanyaan 'Kok tidak memutuskan perlindungan ke PC?' ya karena itu," kata Hasto, Selasa (16/8/2022).

Selain itu, ketika LPSK hendak melakukan komunikasi dengan ibu P, yakni pada tanggal 16 Juli 2022 dan 9 Agustus 2022, jajarannya tidak mendapat keterangan tambahan mengenai peristiwa tersebut.

Sehingga, Hasto mengungkap jajarannya memiliki sikap ragu akan hal tersebut, dan justru berfikir adanya dugaan desakan dari pihak lain untuk mengajukan permohonan perlindungan.

"Kami juga ragu apakah Ibu P ini berniat mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK, atau Ibu P ini sebenarnya tidak tahu-menahu tentang permohonan, tetapi ada desakan dari pihak lain untuk mengajukan permohonan LPSK," ungkapnya.

Tidak hanya itu, keputusan ini juga sudah di koordinasikan dengan pertimbangan Bareskrim Polri yang juga sudah menghentikan pengusutan terkait laporan pelecehan seksual oleh Ibu P.

Karena, peristiwa itu ternyata tidak ditemukannya tindak pidana berdasarkan pelecehan seksual atau kekerasan seksual.

"Oleh karena itu, LPSK memutuskan menolak atau menghentikan penelaahan permohonan perlindungan terhadap Ibu P, karena memang ternyata tidak bisa diberikan perlindungan," ujarnya.

Keputusan LPSK dinyatakan mutlak, sebab jajarannya menilai tidak ditemukannya bukti atau fakta tindak pidana pelecehan seksual yang sempat dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Hasto juga menjelaskan dalam Press Conference di Gedung LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (15/8/2022), bahwa keputusan itu sudah dikatakannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"LPSK sudah menghentikan penelaahan terkait permohonan, karena memang tidak ada pidana seperti yang diumumkan Bareskrim Polri," kata Hasto.

(Wartakotalive.com/M37)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved