Berita Kriminal

Kerap Ancam Korban Pakai Sajam dan Jual Hasil Curian Lewat Media Sosial, Enam Begal Sadis Dibekuk

Enam pelaku tersebut berinisial MR, IF, AA, F, M dan RH. Keenamnya saling berbagi tugas untuk memperdaya korban.

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Polres Jakarta Barat menunjukkan barang bukti senjata tajam dan foto para pelaku pembegalan sadis yang berhasil dibekuk.   

TRIBUNBEKASI.COM — Enam pelaku pembegalan sadis yang kerap aksi beramai-ramai dan mengancam korbannya menggunakan senjata tajam, berhasil dibekuk aparat kepolisian.

Keenam pelaku pembegalan sadis bersenjata tajam itu dibekuk aparat kepolisian dari Polres Jakarta Barat, baru-baru ini. 

Tercatat sejak bulan Maret sampai Juli 2022, ada sebanyak 13 laporan aksi kejahatan pembegalan di wilayah Jakarta Barat. 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono menyampaikan bahwa pihaknya berhasil menangkap 6 pelaku aksi kejahatan pembegalan.

Enam pelaku tersebut berinisial MR, IF, AA, F, M dan RH. Keenamnya saling berbagi tugas untuk memperdaya korban.

Mereka sebelumnya kerap beraksi di daerah Kembangan, Palmerah, Kebon Jeruk dan Tanjung Duren.

Pelaku inisial MR dan IF berperan sebagai pelaku yang memepet kendaraan korban yang diincar. 

"Otak dari aksi pembekalan yaitu si AA, kalau Inisial RH berperan sebagai yang mengambil motor korban, lalu F dan M berperan sebagai yang mepet korban juga," ujar AKBP Joko Dwi Harsono, Kamis (18/8/2022).

AKBP Joko Dwi Harsono menyebutkan, mereka melakukan aksi tersebut dengan ramai-ramai, menggunakan 6 sampai 7 kendaraan sepeda motor.

"Target pelaku, adalah pengendara motor yang berjalan sendirian, di tempat sepi itu mereka memepet, lalu ancam menggunakan senjata tajam," tutur AKBP Joko Dwi Harsono

Enam pelaku tersebut diamankan dari berbagai tempat, baik di rumah, kostan maupun di tempat persembunyiannya. 

"Untuk AA sebagai otak aksi pembegalan ini, kami tangkap di Sumedang Jawa Barat," ucap AKBP Joko Dwi Harsono

Sementara itu, hasil dari pembegalan motor-motor korban tersebut, mereka menjual dengan cepat lewat media sosial. 

"Untuk harga dari 1 juta sampai 2 juta, itu bertemu langsung dengan pembeli, setelah janjian di media sosial," ucap Joko. 

Lalu, hasil dari penjualan motor tersebut, dibagi rata, dengan nominal antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. 

"Hasil dari pembagalan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sama untuk mabuk beli minuman, sama ada juga yang pernah satu kali beli narkoba," tutur AKBP Joko Dwi Harsono

Selain itu, AKBP Joko Dwi Harsono menambahkan, para pelaku akan dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.  (Wartakotalive.com/Alfian Firmansyah) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved