Berita Nasional

Tips untuk Pelaku Ekonomi Kreatif Menghadapi Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Menurut Sandiaga Uno

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) berikan tips untuk para pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi kenaikan harga BBM.

Editor: Panji Baskhara
Dok Kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) berikan tips untuk para pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi kenaikan harga BBM. Foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) 

Sebelumnya, pemerintah telah resmi menaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax sejak hari kemarin, Sabtu (3/9/2022).

Harga Pertalite dari Rp7.650 rupiah per liter, menjadi Rp 10.000 rupiah per liter. 

 

Sementara Solar naik dari harga Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 rupiah  per liter.

Serta Pertamax naik dari Rp 12.000 rupiah per liter menjadi Rp14.500 per liter. 

Harga terbaru ini sudah diberlakukan setelah 1 jam sejak diumumkan, pada pukul 14.30 WIB kemarin. 

Dengan kenaikan harga BBM ini akan turut berdampak di berbagai sektor perekonomian.

Harga BBM Naik Bikin Beban APBN Berkurang atau Menambah Utang?

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menanggapi naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Ia mengungkap berdasarkan survei pada 13 sampai 21 Agustus 2022, atau sebelum kenaikan harga BBM, hampir 60 persen responden tidak setuju harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan.

Tercatat, 58,7 persen responden yang menyatakan meski harga bahan bakar dunia saat ini alami peningkatan.

Tapi pemerintah harus berupaya agar harga bahan bakar tidak dinaikkan, termasuk jika harus menambah utang.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rilis Survei Nasional LSI: "Kondisi Ekonomi dan Peta Politik Menjelang 2024" di kanal Youtube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga pada Minggu (4/9/2022).

"Ini yang terkait langsung dengan sekarang, apakah harga BBM perlu dinaikan supaya beban APBN berkurang, atau tidak dinaikan meskipun harus menambah utang?"

"Lagi-lagi hampir 60 persen masyarakat menyatakan sebaiknya BBM tak usah dinaikan walau itu akan menambah utang," kata Djayadi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved