Jumat, 17 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Kriminal

Insiden Dua Warga Diduga Diculik Oknum PNS Viral, Bermula dari Acara Launching Persika 1951 Karawang

Kabar soal oknum PNS Karawang menculik hingga menganiaya dua warga viral di media sosial (Medsos), bermula ketika launching Persika 1951 Karawang

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
Pixabay.com via Kompas.com
Kabar soal oknum PNS Karawang menculik hingga menganiaya dua warga viral di media sosial (Medsos), bermula ketika launching Persika 1951 Karawang. Ilustrasi: Kasus penganiayaan 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Kabarnya, dua warga Karawang, Jawa Barat diculik hingga dianiaya.

Dugaan kuat, aksi penculikan dan penganiayaan warga tersebut diduga dilakukan oknum PNS Karawang.

Kabar soal oknum PNS Karawang menculik dan menganiaya dua warga ini viral di media sosial (Medsos).

Oknum PNS Pemerintah Kabupaten Karawang tersebut diduga melakukan hal itu lantaran tak terima dikritik.

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum PNS Karawang Diduga Menculik Hingga Menganiaya Dua Warga Viral di Media Sosial

Baca juga: Pria Asal Cikarang Mengaku Diculik dan Disekap di Sukabumi Ternyata Bawa Kabur Anak Gadis Orang

Baca juga: Kasus Penganiayaan, Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara

Diketahui, dua warga tersebut diduga sempat mengkritik kinerja oknum PNS tersebut di medsos.

Dua warga itu bernama Gusti Sevta Gumilar (29) dan Zaenal Mustopa wartawan media online.

Salah satu korban Gusti juga buat laporan ke Polres No STTLP/1749/IX/2022/SPKT. Reskrim Polres Karawang, Senin (19/8/2022) malam.

Berdasarkan informasi, penculikan dan penganiayaan itu dialami Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal bermula dari acara launching klub sepakbola Persika 1951 Karawang, di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (17/9/2022) malam.

Menurut pengakuan Gusti, dia awalnya dipanggil oknum PNS itu masuk ke salah satu ruangan di stadion.

Di dalam ruangan itu, oknum pejabat PNS Karawang ditemani beberapa orang dan pintu ditutup.

"Jam 12 malam itu saya sudah di ruangan. Ruangan ditutup engga kboleh ada yang masuk selain orang-orang dia, pegang HP pun terbatas," kata Gusti.

Dia melanjutkan, saat itu juga oknun PNS menekan menanyakan keberadaan Zaenal.

Sambil dicekoki minuman keras dan dipaksa minum air urine hingga dipukul beberapa kali.

Akhirnya Zaenal datang dan dilakukan hal serupa dengan melakukan penganiayaan hingga tak sadarkan diri.

"Dari 12 malam sampai pagi, saya sadarkan diri jam 11. Dievakuasi oleh saudara saya, saya dikasih tidur di hotel tidak boleh pulang. Saya pulang setengah enam lebih minggu sore," jelas dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved