Berita Bekasi

Bantu Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM, Pemkab Bekasi Gelontorkan Anggaran Rp20 Miliar

Anggaran tersebut diambil dari pergeseran 2 persen dana transfer umum yang terdiri dari DAU, DBH, serta BTT senilai Rp 20 miliar.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mengalokasi anggaran perlindungan sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, anggaran tersebut diambil dari pergeseran 2 persen dana transfer umum yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) serta Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan total Rp20 miliar. 

"Dari DAU dan DBH angkanya sekitar Rp10 miliar lebih dan kita tambahkan Rp10 miliar lagi dari BTT, sehingga total Rp20 miliar," kata Dani saat dikonfirmasi, Rabu (21/9/2022).

Kelompok masyarakat yang akan diberikan bantuan yakni anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Kemudian lansia terlantar dan untuk difabel berat yang tidak mampu bekerja. 

"Selain itu kita juga akan berikan bantuan untuk tenaga harian lepas (THL) atau tenaga honorer yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan," terangnya. 

Baca juga: Pengadilan Agama Benarkan Adanya Gugatan Cerai Bupati Purwakarta, Disidangkan Dua Pekan Lagi

Baca juga: Warga Lambangsari Gelar Unjuk Rasa, Minta Kadesnya yang Korupsi PTSL Dibebaskan

Baca juga: Ribuan Pedagang Bakso Keluhkan Mahalnya Biaya Sertifikasi Halal

Dani Ramdan menyebutkan, pemerintah daerah juga akan memberikan subsidi kepada kelompok UKM yang terdaftar di aplikasi Bekasi Berani Beli (BEBELI) milik Pemkab Bekasi. 

"Untuk KUKM ini bentuknya subsidi ongkos kirim untuk yang jualan online, jadi yang terdaftar di aplikasi Bebeli nanti kita akan gratiskan ongkos kirimnya supaya penjualannya meningkat," ujarnya. 

Tak hanya itu, Pemkab Bekasi juga akan meluncurkan program padat karya untuk membersihkan saluran air (drainase) di daerah yang rawan banjir. 

"Jadi nanti masyarakat yang bekerja mendapat Rp100 ribu dalam sekali kerja," katanya. 

Distribusi bantuan tersebut ini, kata Dani Ramdan, akan disalurkan secara transfer melalui rekening (cashless) dengan dua tahap pencairan, yaitu Bulan Oktober dan Desember tahun 2022.

"Jadi yang September-Oktober kita bayar di Oktober, yang November-Desember, di awal Desember," ungkapnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved