Berita Jakarta

Partai Buruh Demo Bareng Petani, Said Iqbal Bertemu Pihak Istana Kepresidenan Sampaikan 3 Isu 

Dalam aksi demonstrasi dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional 2022 tersebut, sejumlah buruh dan petani yang berasal dari berbagai daerah hadir.

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Said Iqbal bersama jajaran petinggi dari Partai Buruh dan petani setelah bertemu dengan pihak Istana Kepresidenan, Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Partai Buruh menggelar aksi demonstrasi bersama Serikat Petani Indonesia (SPI) di Kawasan Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2022).

Dalam aksi demonstrasi dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional 2022 tersebut, sejumlah buruh dan petani yang berasal dari berbagai daerah pun turut hadir.

Sementara itu, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan, bahwa aksi unjuk yang dilakukan oleh buruh dan para petani menyampaikan tiga pernyataan.

"Pada hari ini kami bersama para buruh dan tani, saya mewakili bersama petinggi dari Partai Serikat Buruh menuju Istana Kepresidenan, dan tadi sudah bertemu dengan Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, dan kami mengangkat tiga isu," ujar Said Iqbal, di lokasi Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2022).

Menurut Said Iqbal, dalam pertemuan dengan pihak Istana Kepresidenan tersebut, dirinya membawa tiga isu utama yang disampaikan. 

Baca juga: Denada Raih Penghasilan Besar Jadi Instruktur Senam Zumba, Ternyata Punya 3 Sertifikasi

Baca juga: Ribuan Warga Nikmati Bakso Gratis Sebanyak 3.890 Porsi di Lapangan Karangpawitan Karawang

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Perusahaan Alih Daya Buka Lowongan Kerja Credit Marketing Officer

"Pertama aksi sampaikan isu reforma agraria, ada janji dari pemerintah, khususnya Presiden Jokowi juga, yang berjanji untuk meredistribusi tanah untuk  petani, sekitar 9 juta hektar," ujar Said Iqbal

Kedua, termasuk juga reforma agraria, adalah memastikan petani mendapatkan tanah sekian hektar dan diakui oleh pihak negara. 

"Isu yang kedua adalah tentang menolak omnibuslaw yaitu bank tanah, karena di dalam omnibuslaw konsep bank tanah hanya komersialisasi terhadap lahan-lahan pertanian, sehingga petani tidak mendapatkan hak tanah garapannya sendiri, tapi bank tanah lebih berkonsep  menguntungkan korporasi, bahkan cenderung membuat menjauhkan petani dari tanahnya," sambung Said Iqbal

Isu terakhir, Said Iqal mengatakan bahwa sampai saat ini terbukti petani tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

"Oleh karena itu buruh dan para petani  menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), karena lebih memberatkan petani dan juga buruh," ujar Said Iqbal (Wartakotalive.com/Alfian Firmansyah)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved