Berita Karawang

Polisi Pastikan Penilangan dalam Operasi Zebra Lodaya 2022 di Karawang Dilakukan Secara Elektronik

Kasatlantas Polres Karawang, AKP La Habibi Ade Jama memastikan penilangan dalam Operasi Zebra Lodaya di Karawang dilakukan secara tilang elektronik.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com
Ilustrasi: Kasatlantas Polres Karawang, AKP La Habibi Ade Jama memastikan penilangan dalam Operasi Zebra Lodaya di Karawang dilakukan secara tilang elektronik. 

TRIBUNBEKASI.COM - Hari ini Operasi Zebra Lodaya di Karawang, Jawa Barat dimulai sampai 16 Oktober 2022 mendatang.

Diketahui, dalam Operasi Zebra Lodaya 2022 tersebut, Satlantas Polres Karawang memastikan tidak ada tilang manual.

Menurutnya, dalam Operasi Zebra Lodaya tersebut mengedepankan humanis, jika ditilangpun dilakukan secara elektronik.

Kasatlantas Polres Karawang, AKP La Habibi Ade Jama akui hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang presisi di Kabupaten Karawang.

Baca juga: Hari Ini Operasi Zebra Lodaya di Karawang Hingga 16 Oktober 2022, Polisi: Mengedepankan Humanis

Baca juga: Operasi Patuh Lodaya 2022, Pelanggar Lalu Lintas di Kabupaten Karawang Hanya Diberikan Teguran

Baca juga: Tujuh Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Jadi Sasaran Polisi Dalam Operasi Patuh Lodaya 2022

Pada pelaksanaannya, operasi Zebra Lodaya tahun akan dilakukan di seluruh wilayah di Kabupaten Karawang dengan menyasar pengendara roda dua dan roda empat, yang melanggar aturan berlalu lintas dan juga tempat-tempat yang rawan kemacetan.

"Intinya operasi Zebra Lodaya ini mengedepankan kegiatan humanis, yaitu memberikan tindakan preventif seperti imbauan dan sosialisasi."

"Dan juga, preventif seperti hadir di tengah masyarakat di tempat-tempat yang rawan kecelakaan dan juga rawan kemacetan," kata Habibi, pada Senin (3/9/2022).

Habibi mengungkapkan, tilang akan dilakukan jika pelanggaran yang dilakukan membahayakan pengendara lain.

Seperti, unggal-unggalan, maupun melawan arus.

"Jadi sebetulnya represifnya adalah teguran, bukan tilang. Namun, jika ada pengendara yang membahayakan orang lain atau ugal-ugalan, wajib dengan melakukan tilang secara elektrik," ungkapnya.

Selama operasi zebra lodaya ini, kata Habibi, dikerahkan sejumlah personil di tiap lampur merah di Karawang.

Pihaknya, juga memasang spanduk, brosur, pamflet terkait pelaksaan operasi zebra tersebut.

Untuk pelanggaran ada tujuh fokus prioritas, yakni menerobos lampu merah, tidak memakai helm saat berkendara, bonceng tiga, menggunakan HP saat berkendara, melawan arus, melebihi batas kecepatan, dan mabuk saat berkendara.

"Semoga dari pelaksanaan kegiatan operasi ini dapat mengurangi tindak kecelakaan lalu lintas dan juga tertibnya lalu lintas di Kabupaten Karawang," pungkasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved