Kamis, 7 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Realisasi Capaian PAD Dinas Perikanan Karawang Baru 26 Persen

Ade Sudiana akan berupaya mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi perikanan di Dinas yang baru ia pimpin.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Ade Sudiana. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Perikanan Kabupaten Karawang baru mencapai 26 persen.

Dari target PAD sebesar Rp 775 juta, Dinas Perikanan Karawang saat ini baru mampu menyerap sekitar 26 persen atau baru sekitar Rp 200 juta

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Ade Sudiana mengaku akan berupaya mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi perikanan di Dinas yang baru ia pimpin.

Hal itu ia lakukan sebagai perhatian khusus di awal kepemimpinannya dalam menyikapi lemahnya retribusi dari  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Balai Benih Ikan (BBI).

"Kita identifikasi dulu, sumber PAD di Dinas Perikanan Karawang, kan ada dua sumber, dari TPI dan BBI, dimana kita punya 12 TPI dan 2 BBI," ujar Ade pada Jumat (21/10/2022).

BERITA VIDEO: PROSES EVAKUASI KAPAL HILANG KONTAN DI PERAIRAN KARAWANG

Ade juga akan memanggil seluruh Manager TPI dan BBI untuk meminta klarifikasi apa kendala atau permasalahan yang menjadi penyebab lemahnya retribusi.

Undangan itu rencananya akan dilakukan pada Senin 24 Oktober 2022.

"Kita minta klarifikasi serta pertanggungjawabannya, kenapa sampai bulan Oktober PAD masih rendah, karena menurut informasi dari 12 TPI itu tidak semuanya aktif hanya 3 TPI saja yang aktif dengan maksimal," jelasnya.

Baca juga: Naik Rp 3.000 Per Gram, Segini Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Jumat Ini, Simak Rinciannya

Baca juga: Usai Dibentuk Tim Percepatan, Angka Stunting di Karawang Turun 8 Persen

Baca juga: Kantor Cabang dan Gudang Alfamart Karawang Gunakan Energi Terbarukan

Dari hasil itu, kata Ade, akan ditelaah apakah target PAD terlalu besar atau ada kendala lain.

Pasalnya, manager TPI mendapatkan honor Dinas Perikanan dari Bidang Tangkap, yang seharusnya memicu kinerja yang maksimal.

"Kita akan identifikasi masalahnya, kemudian kita maksimalkan semua potensi - potensi pendapatan. Semoga target dapat tercapai sampai akhir tahun 100 persen," tandasnya. 

PAD Wisata Industri

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang menghadirkan wisata industri.

Wisata industri menjadi daya tarik baru, apalagi dengan luasan kawasan industri yang ada di Karawang.

Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, Dadan Hendrayana, mengungkapkan, pihaknya sudah meluncurkan wisata industri. Nanti dilakukan persiapan proses awal sebelum menuju rangkaian teknis pelaksanaan.

“Nanti teknisnya para wisatawan akan diatur atau dimanajemen ketika akan melakukan wisata industri,” kata Dadan, pada Sabtu (24/9/2022).

Adapun konsep wisata industri ini bersifat edukasi wisata. Artinya, para wisatawan dapat dihadirkan melihat suasana produksi disuatu pabrik, proses pengolahan dan lainnya.

“Jadi konsepnya studi tour ke perusahaan-perusahaan di kawasan industri,” ucapnya.

Baca juga: Proyeksikan Wisata Industri di Tahun 2022, Disparbud Karawang Libatkan Pelaku UMKM dan Wisata

Baca juga: Wisata Industri Kabupaten Bekasi Bisa Bantu Perekonomian Daerah Pasca Diterpa Krisis Covid-19

Dikatakannya, ada 12 kawasan industri di Karawang dengan ribuan perusahaan. Oleh karena ini sangat berpotensial untuk meningkatkan pendapatan daerah, salah satunya penginapan dan tempat makan.

"Makanya kita bersama PHRI untuk mendukung mewujudkan itu," katanya.

Dia menambahkan, Karawang masuk kategori wisata industri oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat   dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwistaan (RIPK) di tahun 2022.

BERITA VIDEO : PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN PEMBANGUNAN PABRIK BATERAI KENDARAAN LISTRIK

Ketua BPC PHRI Karawang Gabriel Alexader mengatakan pihaknya akan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp300 miliar pada tahun 2024 di program wisata industri yang baru diluncurkan.

Saat ini dunia pariwisata kembali ke nol karena pandemi Covid-19. Dan kami memulainya dengan meluncurkan wisata industri," kata Gabriel.

Ditambahkannya, wisata industri ini merupakan program yang menjadi unggulan di sektor pariwisata khususnya di Karawang.

“Kita tahu sendiri Karawang dikenal dengan industrinya dan wisata industri ini nantinya akan menjadi unggulan bagi pendapatan daerah dari sektor pariwisata,” katanya. 

Baca juga: Jadwal Layanan SIM Keliling Karawang, Jumat 21 Oktober 2022, Simak Lokasi dan Persyaratannya

Baca juga: SIM Keliling Kabupaten Bekasi Jumat 21 Oktober 2022 di Mal Pelayanan Publik, Lotte Mart Cikarang

Baca juga: SIM Keliling Kota Bekasi Jumat 21 Oktober 2022 di Gateway Park LRT City Jatibening Hingga Pukul 10

Genjot edukasi wisata

Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Karawang, Jawa Barat merencanakan membuat wisata industri. Hal itu dilakukan guna menggenjot edukasi wisata bagi masyarakat.

Kepala Disparbud Karawang Yudi Yudiawan mengatakan konsep wisata industri di Karawang tengah dirancang. Direncanakan akan mulai dilakukan pada 2022.

“Konsepnya tengah dirancang, yang pasti wisata industri akan jadi proyeksi kami tahun depan,” kata Yudi, pada Kamis (30/12/2021).

Yudi melanjutkan wisata industri sangat penting, apalagi Karawang banyak memiliki kawasan industri.

Ada ribuan perusahaan di kawasan industri hadir di Karawang. Sehingga itu menjadi potensi yang dapat dikembangkan.

Baca juga: Cuaca Karawang Jumat 21 Oktober 2022, Pagi Berawan, Siang dan Sore Hujan Deras, Awas Angin Kencang

Baca juga: Cuaca Bekasi, Jumat 21 Oktober 2022, Siang Hingga Sore Hujan, Waspada Angin Kencang dan Petir

"Karawang banyak kawasan industri di dalamnya. Dari potensi itu kami melihat wisata industri ini bisa dikembangkan,” tuturnya.

Adapun konsepnya, kata Yudi, akan melibatkan pelaku UMKM dan wisata untuk mengelolanya. Nantinya juga ada pelajaran kepada pengunjung tentang suasana kerja dalam dunia industri tersebut.

“Tentunya ini perlu ada kolaborasi kuat dari berbagai stakeholder, seperi Dinas Koperasi (Dinkop) untuk mengomunikasikan dengan pelaku UMKM juga pelaku wisata lainnya," tuturnya.

Selain itu, ia juga mengakui tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam membuat wisata industri. Pihaknya akan mengandeng pelaku usaha seperti hotel-hotel maupun perusahaan yang ada.

“Kami berupaya tidak akan memakai APBD untuk membuatnya,” tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved