Berita Kriminal

Komplotan Penjual Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Diringkus Polisi

Sebagian tersangka bertugas mencetak tanggal baru pada kemasan yang telah kedaluwarsa, sedangkan lainnya bertindak sebagai reseller.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Rilis pengungkapan kasus barang kedaluwarsa di Polsek Cikarang Barat.  

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG BARAT — Aparat Polsek Cikarang Barat meringkus komplotan penjual makanan, minuman dan kosmetik kedaluwarsa yang beralamat di Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan tiga orang perempuan yang diamankan berinisial N (48), A (18) dan NA (40).

Selain mereka, ada juga empat orang pria juga turut diamankan berinisial M (36), D (37), J (33) dan A (40).

"Total tujuh orang kami amankan. Dalam modusnya, mereka mencetak kembali tanggal expired agar terlihat bahwa makanan tersebut belum kedaluwarsa," kata Kombes Gidion Arif Setyawan di lokasi, Kamis (24/11/2022).

Para tersangka diamankan dari sebuah kontrakan pada Rabu (16/11/2022) lalu.

BERITA VIDEO: BALITA DI KARANG TENGAH MUNTAH MINUM OBAT KEDALUARSA PASCA IMUNISASI

Beberapa dari mereka bertugas mencetak tanggal baru pada kemasan yang telah kedaluwarsa. Sedangkan lainnya bertindak sebagai reseller.

N sebagai bos besar mendapatkan barang kedaluwarsa dari seorang sopir pengantar barang makanan dan minuman.

Setelah barang tersebut dipasok, N kemudian menyuruh bawahannya untuk menghapus tanggal kedaluwarsa menggunakan cairan thinner.

Baca juga: Akui BSU Sangat Bermanfaat, Pekerja Berharap Tahun Depan Ada Lagi dan Tepat Sasaran

Baca juga: Belanja Hijab Dunia Diproyeksi USD 313 Miliar, Sandiaga: Rebut Pasar, Jadi Juara di Negeri Sendiri

"Label tanggal produk makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa itu diketahui dihapus menggunakan cairan thiner, setelah sudah bersih dan tidak terlihat nomor tanggalnya kemudian dicetak kembali menggunakan alat Label Matic Printing, seperti kode tanggal pada umumnya, yang kemudian diperjualbelikan kembali oleh seorang reseller melalui media sosial," ucapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat Iptu Said Hasan mengungkapkan tersangka N mengupah karyawannya berdasarkan jumlah barang yang telah diganti tanggal kedaluwarsanya.

"Upahnya per item. Jadi satu item yang sudah diganti oleh mereka, diberi upah Rp500 per barang," kata Iptu Said Hasan.

Saat diringkus, polisi mengamankan barang bukti berupa makanan dan minuman kemasan beserta kosmetik kedaluwarsa yang beratnya mencapai 1 ton.

Selain itu, diamankan pula satu buah alat pres, satu unit mesin pencetak tanggal kedaluwarsa, satu unit mesin pemanas serta dua unit timbangan.

Baca juga: Pemkot Bekasi Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: Rizky Novyandi Achmad, Bapak yang Habisi Nyawa Anak Sendiri, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

"Produknya ada sekitar 20 jenis merk makanan dan minuman, kosmetik juga ada. Pekerja yang diupah tahu kalau itu sebenarnya enggak boleh dilakukan," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved