Persija Jakarta

Thomas Doll Kesal Kepada PSSI karena Soal Pemain Muda Persija Jakarta

Thomas Doll menilai bahwa para pemain muda Persija Jakarta lebih sering bersama Timnas Indonesia U-20 daripada bersama skuad Macan Kemayoran.

PSSI
Muhammad Ferrari termasuk pemain Pesija Jakarta yang dipanggil Shin Tae-yong untuk ikut pemusatan latihan di Jakarta, Turki, dan Spanyol pada Oktober - Desember 2022. 

TRIBUNBEKASI.COM, DEPOK - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, ternyata tak senang para pemain mudanya memperkuat Timnas Indonesia U-20.

Bagaimana tidak, Persija Jakarta harus melepas 9 pemainnya ke pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-20 yang berlangsung selama 2 bulan.

Waktu 2 bulan itu dirasa terlalu lama bagi Thomas Doll, sebab mengganggu programnya di Persija Jakarta.

Terlebih pemain seperti Muhammad Ferrari, Cahya Supriadi, Frengky Missa, Ginanjar Wahyu, dan Alfriyanto Nico adalah pemain utama skuad Persija Jakarta.

Membangun tim masa depan

Thomas Doll mengaku tak bisa terima pemain-pemainnya itu "langganan" memperkuat Timnas Indonesia jika caranya seperti itu (TC terlalu lama).

Menurut Thomas Doll, pekerjaannya adalah membangun tim masa depan untuk Macan Kemayoran, julukan Persija Jakarta.

"Saya tidak tahu bagaimana ke depannya saya akan membangun tim dengan pemain muda jika federasi terus memanggil mereka. Dari 5 bulan terakhir, saya pikir 4 bulannya mereka bersama dengan Timnas untuk TC, uji coba, dan tidak pernah di sini dengan Persija," kata Thomas Doll seperti bersungut-sungut, Kamis (24/11/2022).

"Saya harus mengatakan hal ini karena saya tidak senang dengan situasi ini. Semua klub tentu senang jika bisa membangun tim muda, tapi saya tidak pernah memiliki pemain (U-20) di pertandingan, ini tidak mungkin," katanya tegas.

Tak ada komunikasi

Kekesalan juru taktik asal Jerman semakin menjadi-jadi karena tidak ada komunikasi yang dibangun oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan klub, dalam hal ini Persija Jakarta.

Thomas Doll mengaku, sejak pertama kali dia melatih di Persija dia tak pernah dihububgi oleh pihak PSSI, soal penarikan anak didiknya.

"Mereka (PSSI-red) harus menjelaskan hal ini kepada saya. Saya tidak pernah bicara dengan siapa pun, tidak ada yang menelepon saya, atau berkomunikasi," ujar Doll.

"Mereka (PSSI) mengambil pemain saya lalu pergi, dan itu dianggap normal. Itu membuat saya marah. Dan tidak hanya saya, saya pikir banyak orang berpikir seperti ini. Mereka tentu tidak senang apabila pemain tidak ada dalam pertandingan yang penting," lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved