Berita Karawang

Kisah Relawan Asklin Karawang Tangani Korban Gempa Bumi Cianjur

Asklin Karawang masih akan terus menerjukan tim medis dan memberikan bantuan kepada korban gempa Cianjur.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Dok. Asklin Cabang Karawang
Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Cabang Karawang mengirimkan tim relawannya untuk membantu korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Cabang Karawang mengirimkan tim relawan untuk membantu korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Mereka mengirimkan bantuan berupa tim kesehatan, obat-obatan, tenda, dan sembako satu hari pascakejadian gempa bumi yang terjadi Senin, 21 November 2022.

Ada kisah yang mengharukan selama para relawan tersebut berada di Cianjur.

Mereka ada yang harus berjalan 3 kilometer untuk mencapai titik perkampungan yang terdampak gempa di Kecamatan Cugenang, Cianjur.

Ada juga yang membantu ibu melahirkan di tenda pengungsian dengan alat seadanya hingga merasakan gempa susulan saat membantu para korban gempa.

BERITA VIDEO: DETIK-DETIK GEMPA CIANJUR TERJADI HINGGA WARGA MENJADI KORBAN RERUNTUHAN BANGUNAN

"Asklin Karawang, kita hari kedua langsung terjun ya. Senin kejadian Selasa pagi kita berangkat. Banyak ditemukan korban meninggal luka, rumah pada hancur, waktu awal seadaanya pakai terpal dan plastik bekas," kata Ketua Asklin Cabang Karawang dr Sri Raharjo ketika diwawancarai usai menerima bantuan untuk korban gempa Cianjur dari CSG Peduli di Perum Citra Swarna Grande Karawang  pada Selasa (29/11/2022).

Menurut dr Sri Raharjo yang ikut dalam aksi kemanusiaan itu, dirinya sempat membantu ibu melahirkan saat menyisir posko untuk memberikan pengobatan.

Ibu itu terpaksa melahirkan di tenda karena tak memungkinkan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

Baca juga: Hendak Pulang Sekolah, Siswa SMP di Karawang Dibacok Pakai Celurit dan Samurai

Baca juga: Kenaikan UMP 2023, Prosentasi Tertinggi di Sumbar, Terendah Maluku Utara, Ini Posisi Jawa Barat

Sebab, jarak menuju ke lokasi fasilitas kesehatan yang terjal dan hanya bisa dengan berjalan kaki.

"Saya sendiri tangani ada satu ibu melahirkan, sebelum saya ada kawan tim relawan lain. Hari ini juga ada juga yang bantu melahirkan di tenda. Ya enggak bisa dibawa ke bawah karena ada kurang lebih 2,5 kilometer, kondisinya perbukitan dan lereng gitu," ungkapnya.

Dikatakannya, kondisi Cianjur, khususnya di Cugenang cukup crowded. Pasalnya, sebagian  besar rumah hancur dan para warga juga takut lebih memilih tinggal di tenda pengungsian.

Sebab, masih terjadi gempa susulan yang terjadi.

"Kami, saya waktu di sana juga benar-benar merasakan gempa susulan cukup besar sekali. Makanya warga masih tetap memilih ditenda pengungsian," katanya.

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: PT Asahi Forge Indonesia Buka Lowongan Operator Forging, Hari Ini Terakhir

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: Sakura Park Hotel & Residence di Cikarang Butuh Tenaga IT Supervisor

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved