Berita Karawang

Kasus Kebakaran 2022 di Karawang Meningkat, Pemicu Paling Banyak Konsleting Listrik

Setiap membangun rumah atau bangunan gedung, warga diwajibkan menggunakan instalasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan PLN.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Rohmat saat ditemui di kantornya pada Kamis (5/1/2023). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat sepanjang tahun 2022 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, kebanyakan kebakaran melanda rumah tinggal dan pemicunya didominasi karena korsleting listrik.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Rohmat saat ditemui di kantornya pada Kamis (5/1/2023).

Rohmat menerangkan, pada tahun 2022 kebakaran terjadi sebanyak 178 kejadian. Dengan rinciannya, 42 rumah tinggal, 45 alang-alang, 19 kios atau ruko.

Kemudian 10 kendaraan, 3 panel atau tiang listrik, 22 limbah, 24 gedung atau gudang, 4 industri, dan 9 lain-lain.

Baca juga: Naik Lagi, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Hari Kamis Ini Tembus Rp 1.031.000 Per Gram

Baca juga: Resiko Jadi Orang Terkenal Berkat Peran Haji Muhidin, Latief Sitepu Sempat Ditonjok Penggemar

Baca juga: Kantor Kemenag Karawang Mulai Lakukan Sertifikasi Halal Gratis bagi Pelaku UMKM

"Sedangkan untuk tahun 2021 kejadian kebakaran itu sebanyak 108, dengan diominasi objek terbakar yakni rumah tinggal sebanyak 34," kata Rohmat.

Penyebabnya, kata Rohmat, didominasi karena konsleting listrik.

Untuk itu, diimbau agar masyarakat atau pemilik bangunan selalu mengecek kondisi instalasi listrik.

Ditegaskannya, setiap membangun rumah atau bangunan warga diwajibkan menggunakan instalasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan PLN.

"Artinya instalasi ini kan tidak sembarangan, dipakai sangat lama sampai puluhan tahun. Maka wajib gunakan yang bagus dan sesuai SNI dan PLN," beber dia.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved