Berita Karawang

Kejar Target Angka Stunting di Karawang Zero Kasus pada 2024, TPPS Lakukan Beberapa Cara Ini

"Oleh karena itu, perlu inovasi dan rembuk bersama antar OPD agar cita-cita Karawang zero stunting 2024 bisa tercapai," tambahnya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Pemeriksaan rutin anak kurang gizi, gizi buruk, dan terindikasi stunting di Puskesmas Karawang Kota. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Angka stunting di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus menurun.

Saat ini penurunan angka stunting telah mencapai 14,1 persen.

"Alhamdulillah dari kerja keras tim melakukan upaya penurunan stunting selama tahun 2022 kemarin. Sekarang Karawang pencapaian penurunan stunting di angka 14,1 persen dari sebelumnya Oktober 2022 itu turun 8 persen," ujar Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Dindin Rachmadhy, Rabu (11/1/2023).

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Karawang pun optimis wilayah Karawang zero stunting pada 2024.

BERITA VIDEO : DPPKB KARAWANG BERJIBAKU TURUNKAN ANGKA STUNTING

Dindin Rachmadhy mengatakan, target penurunan angka stunting di Kabupaten Karawang pada tahun 2023 harus terus ditekan.

Sehingga saat ini dari angka stunting dari 20,6 persen kini menjadi 6,5 persen.

Dikatakannya, pihaknya melanjutkan agar TPPS Karawang dapat mempertahankan kinerja yang telah dilakukan.

Baca juga: Kejar Target Zero Stunting 2024, Tiap Pekan Dinkes Karawang Rutin Pantau Gizi Anak di Puskesmas

Kemudian, agar ditambah kembali inovasi dalam intervensi penurunan stunting.

Berpesan pula setiap program dalam penurunan stunting harus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia ingin, implementasi semua kebijakan tepat sasaran.

"Oleh karena itu, perlu inovasi dan rembuk bersama antar OPD agar cita-cita Karawang zero stunting 2024 bisa tercapai," tambahnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Peningkatan Keluarga Dinas Pemberdayaan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Yudha Wisnu, menyatakan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak pun akan tetap dilakukan pada tahun 2023.

Selanjutnya Bapak Asuh Anak Stunting dan pemberian telur pun saat ini masih berjalan.

"Makanan tambahan, BAAS, sama pemberian telur akan dihabiskan dulu sekarang nanti sampai Maret 2023. Untuk program selanjutnya masih belum dibicarakan," paparnya.

Dia menambahkan, diperlukan pula pola asuh yang baik dari orangtua.

Ia pun memaparkan melakukan revitalisasi dan penimbangan di posyandu di maksimalkan. Selanjutnya pemberian edukasi kepada masyarakat.

"Paling revitalisasi digencarkan lagi dan penimbangan di posyandu betul-betul maksimal terus juga edukasi ke masyarakat," tutupnya. 

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved