Berita Karawang
Kejar Target Zero Stunting 2024, Tiap Pekan Dinkes Karawang Rutin Pantau Gizi Anak di Puskesmas
semua masyarakat di Karawang diminta memahami bahaya stunting. Sebab, mengatasi masalah stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang rutin melakukan pemantauan gizi anak.
Setiap pekannya, tiap puskemas wajib melakukan pemantauan anak kurang gizi, gizi buruk, dan terindikasi stunting.
Pemeriksaan itu dilakukan, sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di Karawang.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kabupaten Karawang, dr. Nurmala Hasanah menjelaskan, melalui program itu anak-anak yang terindikasi stunting tidak hanya rutin diperiksa kesehatannya.
BERITA VIDEO : DI KARAWANG, 10 PERUSAHAAN BANTU TANGANI STUNTING
Akan tetapi, dilakukan juga upaya perbaikan gizi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) seperti susu dan telur.
“Untuk tiap puskesmas pemeriksaan anak kurang gizi, gizi buruk, dan terindikasi stunting rata-rata rutin dilakukan. Semua puskesmas di Karawang punya program yang sama, hanya saja hari pemeriksaannya berbeda-beda, tergantung jadwal ahli gizi disana,” ungkap dr. Nurmala, pada Sabtu (19/11/2022)
Berkat program ini, kata dia, angka stunting di Kabupaten Karawang berhasil ditekan.
Baca juga: Bupati Karawang Targetkan Penurunan Angka Stunting Capai 15 Persen di 2023
Pada tahun 2021 lalu, jumlah anak stunting di Karawang tercatat ada 4.216 kasus.
Setelah satu tahun dilakukan intervensi, angkanya turun drastis menjadi 2.822 kasus
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Balita Berbasis Masyarakat (EPPGBM) tahun 2021 presentase stunting di Karawang mencapai 2,7 persen.
Saat ini angkanya turun menjadi 1,69 persen sedangkan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 lalu mencapai 20,6 persen. Saat ini angkanya turun menjadi 12,3 persen.
"Artinya kami optimisi target 2024 zero stunting itu bisa terwujud," katanya.
Ia berharap, semua masyarakat di Karawang memahami tentang bahaya stunting.
Sebab, mengatasi masalah stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah aja.