Berita Karawang
Kejar Target Zero Stunting 2024, Tiap Pekan Dinkes Karawang Rutin Pantau Gizi Anak di Puskesmas
semua masyarakat di Karawang diminta memahami bahaya stunting. Sebab, mengatasi masalah stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Siagakan tim pendamping keluarga
Pemerintah Kabupaten Karawang menyiagakan tim pendamping keluarga untuk menurunkan angka stunting.
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan tim pendamping keluarga ini dari unsur Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang hingga elemen kecamatan dan desa/kelurahan.
"Jadi semua komponen masyarakat harus siap menurunkan angka stunting, terlebih kecamatan, desa dan kelurahan," kata Aep, pada Selasa (24/5/2022).
Ketua Tim Penurunan Stunting Kabupaten Karawang itu meminta kader tim pendamping keluarga untuk bersemangat dalam menjalankan tugasnya.
BERITA VIDEO : MOMEN RAFKA ANAK OBESITAS MENGAMUK MINTA MAKAN
Dia juga meminta kepala desa menggunakan dana desa secara maksimal dalam membantu penanganan stunting.
"Pada dana desa dimana 20 persen itu kan ada alokasi bagi penananganan ketahanan pangan, itu tentu sesuai alokasinya," imbuh dia.
Kepala DPPKB Karawang, Sofiah menuturkan, untuk mencapai misi zero stunting tersebut, pihaknya telah menggerakan sebanyak 5.430 Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) yang disebar ke 30 kecamatan dan 309 desa/kelurahan di seluruh Karawang.
Tak tanggung-tanggung, untuk mencapai misi zero stunting ini. Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 11 miliar lebih untuk melakukan pencegahan dan pengobatan terhadap anak-anak yang mengalami gagal tumbuh atau stunting.
Bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, DPPKB Karawang mengaku sangat siap mengemban misi hilangkan stunting dari bumi pangkal perjuangan.
Sofiah juga menjelaskan, peran DPPKB Karawang dalam upaya menekan angka stunting ini lebih kepada tindakan preventif. Dengan cara menyasar calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu bersalin.
"Dalam hal penanganan stunting ini kita selalu bersinergi dengan Dinas Kesehatan. DPPKB lebih kepada upaya pencegahan, sedangkan Dinkes kepada penanganan dan pengobatan," jelasnya.
Dengan program kerja yang jelas, serta dukungan kuat dari pemerintah pusat dan daerah.
Pihaknya optimis target 14 persen nasional serta nol persen untuk Kabupaten Karawang bisa selesai sebelum tahun 2024.
"Dengan sinergi yang baik, serta dukungan yang kuat dari pemerintah pusat mau pun daerah, saya optimis semua target itu akan tercapai," ucapnya.