Berita Kriminal

Kondisi Terkini David Ozora, Korban Aniaya Mario Dandy: 22 Hari Dirawat Belum Juga Sadarkan Diri

Kendati demikan, Alto menjelaskan David Ozora memperlihatkan tanda-tanda vitalnya telah ada perkembangan.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Dedy
TribunJakarta.com Annas Furqon Hakim/Twitter @seexsizsuck/Wartakota Yulianto
Pelaku penganiayaan terhadap putra pengurus GP Ansor David Ozora (17) (tengah), Mario Dandy Satriyo (20) (kiri) dan Shane Lukas (19) (kanan). Mario Dandy Satriyo, lewat kuasa hukumnya, membeberkan kronologi penganiayaan David versi dirinya. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Bagaimana kondisi David Ozora, korban penganiyaan Mario Dandy, sejak menjalani perawatan di RS Mayapada, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan?

Pihak keluarga, Alto Luger, pun membeberkan dari awal dirawat hingga saat ini, David Ozora masih belum sadarkan diri.

"Pertama, kenapa kita tekan kan masih belum sadar. Karena, mungkin di media sudah ada foto dia buka mata itu adalah reaksi motorik tubuh. Tapi David Ozora belum bisa mengenali lingkungannnya," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (14/3/2023).

Kendati demikan, Alto menjelaskan David Ozora memperlihatkan tanda-tanda vitalnya telah ada perkembangan.

BERITA VIDEO : FANS BERAT GUS DUR, DAVID DIBESUK YENNY WAHID

"Tapi memang perkembangannya tanda-tanda vitalnya sudah jauh berbeda dibanding dengan minggu kemarin ya. Tapi sampai hari ini masih belum sadar masih di ICU. Dan dokter bilang selama masih di ICU masih kritis," ucapnya.

Diketahui, David Ozora telah dirawat selama 22 hari setelah mendapat penganiayaan dari Mario Dandy Sartiyo.

Alto menjelaskan pihak keluarga mengkhawatirkan soal kesadaran dari David Ozora. Pasalnya meski sudah sadar, belum dapat dipastikan apakah David Ozora akan kembali normal.

Baca juga: LPSK Resmi Menolak Permohonan Perlindungan AG, Pacar Mario Dandy

Mengingat, luka yang dialami David terletak pada bagian kepalanya, saat dianiaya Mario Dandy Satriyo.

"Dan itu yang sebenarnya kita khawatirkan dari pihak keluarga, sadar artinya bangun itu bukan indikasi dia sudah kembali normal kan. Karena dia kan kenanya dibagian kepala, jadi kita tidak tahu ini proses recoverynya itu akan seperti apa," ujar Alto Luger.

APA bantah jadi pembisik Mario Dandy

Selain AG, ada lagi sosok perempuan lain yang sering disebut dalam kasus penganiayaan David Latumahina.

Sosok APA atau Anastasia Pretya Amanda (19) membantah jika dirinya disebut sebagai pembisik Mario Dandy Satriyo (20) soal perbuatan tidak baik yang dilakukan Critalino David Ozora Latumahina (17) terhadap AG (15).

Atas bantahan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pernyataan pihaknya soal APA sebagai pembisik Mari Dandy didasari oleh scientific crime investigation.

"Tentu kami tidak akan menanggapi, namun dalam hal ini penyidik masih bekerja. Tentu apa yang didapati oleh penyidik mendasari pada scientific crime investigation. Adanya kolaborasi inter profesi, apa yang kami sampaikan mendasari pada alat bukti yang didapat dari penyidik," ujarnya kepada awak media, Senin (13/3/2023).

Trunoyudo juga mengatakan, saat ini proses penyidikan masih berlangsung.

Penyidik pun melakukan penyelarasan antara scientific crime investigation dengan keterangan para saksi dan tersangka dalam kasus penganiayaan ini.

"Dalam hal ini proses pengambilan keterangan secara verbal. Tentu penguatan yang disampaikan pak direktur kemarin yaitu scientific crime investigation. Kita tunggu karena proses awal dan dinamika seperti disampaikan pada penerapan pasal," ujarnya.

Selain itu, terkait soal konfrontasi antara Amanda dengan tersangka lainnya, Trunoyudo mengaku pihak penyidik belum merinci renacana tersebut.

Akan tetapi, Trunoyudo mengatakan pihaknya akan melakukan hal tersebut bila diperlukan, guna membuat kasus ini menjadi terang.

 
"Nanti juga kalau ada ketidak sesuaian ini sesuai dengan kebutuhan, adanya perbedaan keterangan bisa dilakukan dengan cara konfrontir bukan konfrontasi. Namun konfrontir dilakukan apabila didapati adanya ketidaksesuaian, dalam suatu keterangan yang memang dibutuhkan penyidik," ujarnya. 

 

(Sumber : Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nurma Hadi/m41)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
 

 

Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved