Berita Bekasi
Panitia Ungkap Awal Mula Gagalnya Study Tour MAN 1 Kota Bekasi, Tergiur Janji Manis EO
Siti Badriyah membantah jika ketertarikan kepada EO JHC itu karena harga yang murah. Sebab dari 5 EO yang berbeda itu menawarkan harga yang sama.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA — Ketua Panitia Study Tour Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bekasi, Siti Badriyah mengungkap awal mula gagalnya Study Tour ratusan Siswa MAN 1 Kota Bekasi ke Yogyakarta lantaran terkena tipu oleh event organizer (EO).
Siti Badriyah mengungkapkan, awalnya para siswa berkeinginan untuk melakukan Study Tour untuk melakukan perpisahan usai kelulusan sekolah.
Karena kegiatan Study Tour bukan program sekolah, dan anggaran yang akan dikeluarkan lebih dari Rp100 juta, maka pihak panitia yang terdiri dari wali kelas dan komite mencari pihak ketiga sebagai penyelenggara.
Berjalannya waktu, ada 5 event organizer (EO) yang mengajukan ke sekolah, salah satunya itu EO Jogja Holiday Center (JHC).
Mereka pun mempresentasikan apa yang menjadi tawaran lokasi tempat yang nantinya dikunjungi oleh para siswa selama di Yogyakarta.
BERITA VIDEO: 288 SISWA BATAL STUDY CAMPUS, WALI MURID MAN BEKASI DATANGI SEKOLAH
"Terpilihnya EO itu, tidak ada intervensi, kita serahkan kepada siswa setelah kita tunggu lewat google form, polling banyak itu JHC, karena memang presentasi dan penampilannya begitu manis," kata Siti Badriyah, Selasa (13/6/2023).
Siti Badriyah membantah jika ketertarikan kepada EO JHC itu karena harga yang murah.
Sebab dari 5 EO yang berbeda itu menawarkan harga yang sama.
Baca juga: Ditinggal Bersihkan Toko Sebentar, Motor Pegawai Minimarket Raib Dicuri dalam Hitungan Detik
Baca juga: Ada 15 Calon Jemaah Haji Kota Bekasi dari Kuota Tambahan yang Segera Diberangkatkan
Hanya saja, kata Siti Badriyah, penawaran yang diberikan oleh Jogja Holiday Centre lebih membuat para siswa tertarik.
"Fasilitas dia lebih banyak, jadi anak-anak otomatis tertarik, kita tidak mengintervensi satu EO pun jadi silahkan dilihat, silakan kalian pilih masing-masing jadi kita enggak intervensi harus pakai yang ini pakai itu," katanya.
Setelah terjadi kesepakatan, para siswa mengumpulkan uang ke panitia untuk disetorkan kepada pihak EO dengan nilai Rp.475.550.000.
Lalu, disepakti untuk melakukan perjalanan pada 29 Mei 2023 lalu.
Namun pada 28 Mei 2023, pemilik EO Jogja Holiday Center, Aditya Rizky Permana melakukan pembatasan secara sepihak.
Baca juga: Fenomena El Nino, Dinas Pertanian Mulai Antisipasi Potensi Kekeringan Area Persawahan
Baca juga: Turun Rp 3.000, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Selasa Ini Rp 1.059.000 Per Gram, Ini Rinciannya
"Dia (pemilik EO) bikin surat pengunduran pembatalan itu hari Jumat itu pun sepihak. Karena itu hanya diberi ke siswa tanpa konfirmasi dengan kita, kita enggak ada," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/MAN-1-Kota-Bekasi-13-Juni.jpg)