Rabu, 8 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kisah Inspiratif

Meski Hadapi Hambatan dan Tantangan, Pemuda Papua Ini Tetap Semangat Bangun Rumah Belajar

Neas Wanimbo menceritakan perjuangan dan perjalanan dia dalam dunia pendidikan informal.

Editor: Dedy
Tangkapan layar Youtube Manajemen Talenta Papua
Masa depan Papua ditentukan oleh apa yang dilakukan anak muda sekarang. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Masa depan Papua ditentukan oleh apa yang dilakukan anak muda sekarang.

Mantan ketua Sinode GKI, Pdt. Albert Yoku, mengatakan, pemuda harus memiliki semangat yang kuat karena masa depan Papua bergantung pada anak Papua, karena masa lalu akan menentukan Papua yang sekarang.

"Dengan banyak kemudahan yang menjadi priveledge, anak muda sekarang harus lebih giat lagi membangun dalam bingkai NKRI," ujar tokoh Papua tersebut yang jug sebagai kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dalam webinar Masa Depan Papua: Menggali Tantangan, Peluang, serta Solusi dalam Membangun Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan" ( 21/6/2024) melalui platform zoom.

Hal senada juga disampaikan tokoh muda Papua, Neas Wanimbo menceritakan perjuangan dan perjalanan dia dalam dunia pendidikan informal.

BERITA VIDEO : TANYA GEN Z DI MERAUKE, GANJAR KAGET BANYAK ANAK MUDA PAPUA OGAH JADI PNS

"Kami menghadapi berbagai tantangan dan hambatan terutama kekurangan sumberdaya dan dukungan pemerintah, tapi kami tidak mematahkan niat dan tujuan mulia memberikan akses pendidikan kepada anak didik di rumah balajar Hano Wene yang kami rintis," ucapnya.

Sedangkan dari sudut anak muda Papua, Presenter SCTV dan Putri Indonesia Papua 2018, Yuliana Fonataba, menyampaikan bahwa Pemuda Papua harus bisa melihat kesempatan karir di luar PNS/TNI/Polri.

"Banyak sekali peluang-peluang yang terbuka, tetapi pemuda Papua harus bisa mengembangkan diri, dan mengambil langkah yang tepat," ajaknya dengan penuh semangat.

Baca juga: Kisah Inspiratif: Ubah Limbah Jadi Aksesoris Imlek, Dalam Waktu Satu Bulan Jay Mampu Beli Motor 

Hal tersebut dialami salah satu penerima beasiswa Fulbright 2015 di Amerika Serikat, Jouhannes Faidiban.

Menurutnya, dalam membangun karir harus menyelaraskan antara minat/bakat, keterampilan dan bakat.

Ia pun mendirikan Rumah Talenta Papua sebagai sebuah Yayasan kami dedikasikan untuk pengembangan kapasistas dan pengelolaan talenta menjadi SDM yang unggul, kompetensi dan bernilai.

"Kami juga sedang merancang sebuah sistem Integrasi inkubasi Talenta yang mempersiapkan talenta muda untuk bisa menembus job market, " tegas Annes, sapaan ramahnya.

Webinar ini merupakan langkah awal yang positif dalam mendorong keterlibatan aktif generasi muda Papua dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Webinar ini akan ditinjaklanjuti dengan kunjungan offline untuk melakukan workshop pemetaan dan pelatihan softskill.

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaUeu7FDzgTG0yY9GS1q

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved