Aktivitas Sekolah di Israel Utara Terhenti, Netanyahu Didesak Bertindak Tegas Terhadap Lebanon

Tahun ajaran baru ditiadakan di wilayah Israel utara atas pertimbangan ada ancaman serangan dari kelompok Hizbullah Lebanon.

Editor: Ign Prayoga
Tribunnews
PBB punya tim khusus di Gaza yang membersihkan dan mengamankan bom-bom yang belum meledak. Kelompok ini disebut Layanan Aksi Ranjau PBB 

TRIBUNBEKASI.COM - Tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah ditiadakan di wilayah Israel utara

Keputusan ini diambil atas pertimbangan ada ancaman serangan dari kelompok Hizbullah Lebanon.

Menteri Pendidikan Israel, Yoav Kisch menyatakan, tahun ajaran tidak akan dimulai di Israel utara.

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth mengabarkan, siswa dari wilayah utara akan dititipkan di sekolah lain di beberapa wilayah.

Laporan itu juga menyatakan bahwa Menteri Pendidikan Yoav Kisch meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu “untuk bertindak sekarang dan tegas terhadap negara Lebanon”.

“Tidak ada jalan keluar dari keputusan untuk melancarkan perang besar-besaran terhadap Lebanon guna memulihkan perdamaian dan stabilitas bagi penduduk di wilayah utara dan demi masa depan Negara Israel,” katanya, Selasa (23/7/2024), dikutip dari Al Jazeera.

Kepala partai oposisi Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, telah menanggapi berita tersebut.

“Kegagalan memulai tahun ajaran di wilayah utara membuktikan bahwa pemerintah tidak memiliki visi dan menyerah kepada Hizbullah," ujarnya.

Hizbullah Luncurjab Puluhan Roket ke Israel

Dikutip dari AP News, Kelompok militan Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa para pejuangnya menembakkan puluhan roket ke Israel utara pada Sabtu (20/7/2024).

Serangan itu menargetkan sebuah kibbutz untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan sebagai balasan atas serangan pesawat tak berawak Israel sebelumnya pada hari itu yang melukai beberapa orang termasuk anak-anak.

Pada Sabtu malam, serangan udara Israel di desa pesisir selatan Adloun menghantam depot senjata dan diikuti oleh serangkaian ledakan yang menghantam desa-desa terdekat dengan pecahan peluru, kata Kantor Berita Nasional milik pemerintah, atau NNA.

Kantor berita tersebut mengatakan bahwa tiga orang terluka ringan di desa terdekat Kharayeb dan dirawat di rumah sakit.

Badan tersebut tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang depot senjata tersebut, tetapi diyakini milik Hizbullah, yang memiliki kehadiran luas di daerah tersebut.

Ledakan itu berlangsung lebih dari satu jam setelah serangan udara, kata NNA.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved