Berita Politik
Jika Bahlil Jadi Calon Tunggal Ketum Golkar, Pengamat Jamiluddin Ritonga: bisa Jadi Sudah Setingan
Bahkan dibandingkan Agus Gumiwang dan Bambang Soesatyo (Bamsoet), Bahlil Lahadalia bukanlah siapa-siapa, meskipun ia sekarang Menteri ESDM.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA — Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan, Bahlil Lahadalia berpeluang akan didaulat sebagai Ketua Umum (Kketum) Golkar secara aklamasi.
“Kalau ini terjadi, tentu mengejutkan mengingat di Golkar banyak kader yang lebih mumpungi daripada Bahlil Lahadalia,” ungkap Jamil mengenai siapa sosok yang akan dipilih sebagai Ketum Golkar, Selasa (20/8/2024).
Menurutnya, hal tersebut terasa aneh bila nantinya Bahlil Lahadalia dipilih secara aklamasi sebagai Ketum Golkar. Sebab, Bahlil selama ini tidak diperhitungkan dijajaran elite Golkar.
Bahkan dibandingkan Agus Gumiwang dan Bambang Soesatyo (Bamsoet), Bahlil Lahadalia bukanlah siapa-siapa, meskipun ia sekarang Menteri ESDM.
BERITA VIDEO : BAHLIL LAHADALIA RESMI DAFTAR JADI CALON KETUA UMUM GOLKAR USAI DAPAT 469 SUARA
“Lebih terasa aneh lagi manakala Bahlil diklaim sudah didukung 37 DPD Tingkat 1. Sebab, untuk mendapat dukungan dari DPD Tingkat 1 tidaklah mudah, apalagi yang mendekati hanya sekelas Bahlil,” ungkapnya.
“Jadi, kalau DPD Tingkat 1 memberi dukungan penuh kepada Bahlil, bisa jadi ada kekuatan luar biasa dibelakangnya. Kekuatan itu bisa saja dari luar yang mendapat sambutan dari segelintir elite Golkar,” ucap dia.
Dia menilai, indikasi itu semakin kuat manakala Agus Gumiwang tegas menyatakan tidak akan maju dalam bursa caketum Golkar. Padahal selama ini Agus Gumiwang termasuk sosok yang intens ingin menjadi ketum Golkar.
Baca juga: Golkar DKI Bakal Dukung Penuh Bahlil Lahadalia Jika Maju Sebagai Calon Ketum Golkar 2024-2029
“Jadi, kalau Bahlil nantinya terpilih menjadi ketum, hal itu bisa jadi karena sudah di setting oleh pihak eksternal yang berkolaborasi dengan segelintir elite internal Golkar. Mereka mendudukkan Bahlil sebagai ketum Golkar untuk kepentingan seseorang yang secara politis masih sangat kuat di Indonesia,” ungkapnya.
Ramai diberitakan, Bahlil Lahadalia diprediksi akan terpilih menjadi ketua umum (ketum) Partai Golkar pada Munas 20 Agustus 2024.
Perkiraan itu didasarkan pada hasil verifikasi berkas atas nama Bahlil Lahadalia dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan sebagai calon ketua umum pada Munas ke XI Golkar tahun 2024.
Sementara Ridwan Hisjam dinyatakan tidak lolos verifikasi karena ada beberapa syarat yang tidak terpenuhi.
Dia menyebut indikasi itu akan semakin kuat bila nantinya Bahlil terpilih secara aklamasi. Golkar sebagai partai besar dan tua sudah tidak independen dan demokratis dalam memilih ketumnya.
“Hal itu tentu menyedihkan di tengah makin merosotnya demokrasi di tanah air. Kalau partai sebesar Golkar saja bisa di intervensi, tentu akan lebih mudah lagi partai gurem lainnya diobok-obok,” ucap dia.
“Hal itu tentunya sebagai lonceng kematian demokrasi di tanah air, khususnya di Golkar. Duka nestapa bagi semua anak negeri. Mari berkabung nasional atas matinya demokrasi di Golkar,” tutup dia.
(Sumber : Wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti/m27)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaUeu7FDzgTG0yY9GS1q
| Anies Resmi Jadi Anggota Pertama Gerakan Rakyat, Suasana Peluncuran KTA Disambut Antusias |
|
|---|
| Bestari Barus Tegaskan PSI Ogah Terima Budi Arie Jika Niat Bergabung, Ini Alasannya |
|
|---|
| Geger di Tubuh Partai Ummat, 9 Pengurus Daerah Gugat SK Menkumham ke PTUN |
|
|---|
| Bro Ron dan Sahroni Bertemu di Plaza Senayan, Diketahui Jokowi, Siap Beri Kejutan 10 November |
|
|---|
| Jokowi Akui Siap All Out Bantu PSI, Ungkap Alasan akan Kerja Keras untuk Partai Sang Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Bahlil-Lahadalia-diprediksi-akan-terpilih-sebagai-Ketum-Golkar.jpg)