Senin, 13 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Perdana! Sekolah Lansia Wisuda 363 Kakek dan Nenek di Bekasi

Syaratnya hanya satu, yaitu peserta wajib berusia minimal 60 tahun, sesuai dengan definisi lansia dalam UU No. 13 Tahun 1998.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rendy Rutama Putra
Suasana wisuda 363 Lanjut Usia (Lansia) usai menyelesaikan pembelajaran 12 bulan atau satu tahun dari sekolah Lansia di Kota Bekasi yang tersebar di empat kecamatan dan berlangsung di Kantor Pemerintah Kota Bekasi Bekasi, Rabu, 18 Desember 2024. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN  Sebanyak 363 warga lanjut usia (lansia) menjalani prosesi wisuda usai menyelesaikan pembelajaran 12 bulan atau satu tahun.

Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat, Dr Susiana Nugraha mengatakan ratusan peserta wisuda yang terdiri dari kakek dan nenek itu merupakan peserta dari Sekolah Lansia di Kota Bekasi yang tersebar di empat kecamatan.

Meski disebut wisuda, para peserta tidak memperoleh gelar formal, namun momen ini hanya menjadi simbol penghargaan bagi para lansia yang dengan semangat besar menyelesaikan pembelajaran.

"Tahun ini ada 421 orang, namun sebagian kemarin sudah ada yang di bandung, kemudian hari ini ada 363 lansia yang diwisuda di tempat ini," kata Susiana Nugraha, Rabu, 18 Desember 2024.

Susiana Nugraha menjelaskan wisuda perdana di Kota Bekasi ini diinisiasi oleh IRL, salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Diharapkan dengan wisuda ini para lansia dapat membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkembang.

Baca juga: Pj Wali Kota Bekasi Pastikan Kenaikan Harga Bahan Pokok saat Libur Nataru Masih di Batas Normal

Baca juga: Terlibat Perundungan, Lima Siswa SMAN 70 Jakarta Dikeluarkan, Kepsek: Aturan Tetap Ditegakkan

“Program Sekolah Lansia bertujuan menciptakan lansia yang tangguh, yaitu lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat, kami mengadopsi tujuh dimensi lansia tangguh sebagai fondasi program ini,” jelasnya.

Susiana menuturkan selama pendidikan, para peserta sekolah lansia ini tidak hanya belajar di kelas, namun juga aktif mengikuti kegiatan yang dirancang agar mereka tetap produktif. 

Hanya saja mereka mengikuti pembelajaran formal setiap bulan, lalu di luar pembelajaran kelas, peserta juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti senam lansia, membatik, bermain angklung, serta pelatihan keterampilan lainnya.

"Pembelajarannya sebulan sekali di kelas, selebihnya mereka terlibat dalam kegiatan luar kelas seperti senam, seni budaya, hingga pelatihan keterampilan, ini membuat mereka tetap aktif dan merasa memiliki peran di masyarakat,” tuturnya.

Susiana menyampaikan pengelolaan Sekolah Lansia ini didukung Puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. 

Baca juga: Maling Mobil Babak Belur Digebuk Warga saat Kabur dan Tabrak Pengendara Sepeda Motor

Baca juga: Bacakan Pledoi di Sidang Kasus Timah, Tangis Harvey Moeis Pecah dan Sebut-Sebut Nama Sandra Dewi

Lalu para pengajar dan dosen yang terlibat mengajar secara sukarela, sementara materi dan modul pembelajaran disediakan oleh IRL.

“Ini bentuk apresiasi kepada para lansia yang masih mau belajar dan mengisi masa tua dengan kegiatan produktif, mereka telah menunjukkan bahwa usia bukan halangan untuk terus berkembang,” ucapnya.

Sebagai informasi, Susiana memaparkan, program Sekolah Lansia ini terbuka untuk semua lansia tanpa batas usia maksimal. 

Syaratnya hanya satu, yaitu peserta wajib berusia minimal 60 tahun, sesuai dengan definisi lansia dalam UU No. 13 Tahun 1998.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved