Senin, 27 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Polemik Lukisan Yos Suprapto

Yos Suprapto Tegaskan Dirinya Saksi Sejarah dan Lukisannya Bukan Makian ke Seorang Tokoh

Fadli Zon menilai lukisan Yos Suprapto bernada makian ke seorag tokoh. Yos menegaskan lukisannya didasarkan pada fakta objektif.

|
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Tribunnews.com
Pelukis Yos Suprapto menyampaikan tanggapan atas pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menilai beberapa lukisannya bernada makian. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Pameran lukisan yang menampilkan karya-karya pelukis Yos Suprapto dihentikan secara mendadak oleh Galeri Nasional, Jakarta.

Alasannya, ada ketidaksepakatan antara kurator dan Yos Sudarso.

Kurator minta 5 lukisan diturunkan karena dinilai menyindir tokoh tertentu.

Namun Yos Suprapto menolak menurunkan lukisan yang salah satunya menggambarkan seorang raja yang duduk di singgasana dan kakinya bertumpu di punggung rakyat kecil.

Yos Suprapto menegaskan lukisannya didasarkan pada fakta objektif. Melalui cat dan kanvas, Yos menggambarkan kondisi sosial dan budaya saat ini.

Namun Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyebut lukisan-lukisan Yos bermuatan politis.

"(Lukisan) Itu adalah fakta objektif yang saya rangkum untuk menggambarkan kondisi sosial dan budaya saat ini," kata Yos dalam konferensi persnya di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2024).

Yos menegaskan bahwa dirinya adalah anggota masyarakat dan seorang seniman. Juga seorang saksi sejarah yang kemudian menuangkan kesaksian tersebut dalam karya seni.

Yos Suprapto menegaskan bahwa lukisannya adalah sebuah karya seni, bukan ungkapan politik.

Seniman senior asal Yogyakarta, Yos Suprapto (tengah) saat konferensi pers di Gedung YLBHI di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/12/2024).
Seniman senior asal Yogyakarta, Yos Suprapto (tengah) saat konferensi pers di Gedung YLBHI di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/12/2024). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

"Saya adalah anggota masyarakat hari ini, saya seniman adalah saksi sejarah dan saya bisa menyaksikan kesaksian saya tadi dalam bentuk karya seni. Jadi itu karya seni, bukan ungkapan politik," kata Yos.

Yos menduga Fadli Zon menilai lukisannya sebagai ungkapan politik.

Menurutnya Fadli Zon tak paham bahasa seni dan budaya.

Oleh karena itu, Yos menilai Fadli Zon tak usah menjadi Menteri Kebudayaan jika tak paham bahasa seni dan budaya.

"Kalau Fadli Zon mengungkapkan bahwa itu ungkapan politik yang tendensius berarti dia tidak paham bahasa seni atau bahasa budaya, lebih baik dia tidak jadi (menteri), tidak perlu jadi Menteri Kebudayaan," ungkap Yos.

Kekuasaan 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved