Senin, 4 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Karawang Jadi Contoh Pengembangan Tambak Nila Salin di Pesisir Pantura

KKP dengan Kementerian Kehutanan masih berkoordinasi untuk menentukan bentuk kesepakatan yang akan dibangun dalam program tersebut.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com
Dinas Perikanan Karawang mendukung tumbuhnya kampung nila di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Kampung itu disulap menjadi budidaya ikan nila yang sebelumnya tambak-tambak udang. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menjadikan wilayah Karawang contoh program revitalisasi tambak idle atau tak terurus di pesisir Pantai Utara (Pantura).

Tambak idle itu direvitalisasi menjadi tambak ikan nila salin dan merupakan program Presiden Prabowo Subianto.

"Di Karawang sudah mulai berjalan revitalisasi tambak itu, dan nanti menjadi contoh wilayah lain Bekasi, Indramayu dan Subang," kata Kepala Bidang Budidaya, Nur Ridwan Solihin, pada Minggu, 19 Januari 2025.

Dia menjelaskan, dalam proyek ini, KKP berencana akan mengucurkan anggaran hingga Rp10 triliun untuk di Karawang.

Lokasi tambak idle seluas 7.000 hektare yang akan digunakan oleh KKP merupakan lahan milik Kementrian Kehutanan yang selama ini telah dikelola oleh masyarakat untuk kegiatan budidaya perikanan.

Saat ini, kata dia, KKP dengan Kementerian Kehutanan masih berkoordinasi untuk menentukan bentuk kesepakatan yang akan dibangun dalam program tersebut.

Baca juga: Jadi Korban Penipuan Modus Kasus Narkoba dan Pencucian Uang, Warga Kehilangan Uang Rp 430 Juta

Baca juga: Dalami Identitas Jenazah Korban Kebakaran Plaza Glodok, Tim DVI RS Polri Terima Sampel DNA ke-13

"Karawang akan menjadi lokasi khusus (lokus) dari program ini. Kami tentu akan mendukung penuh itu," katanya.

Dia mengatakan, alokasi anggaran tersebut akan diberikan secara bertahap. Bukan berupa uang, tetapi dalam bentuk konstruksi dan sarana prasarana.

Direncanakan, untuk konstruksi 1 hektare lahan tambak itu membutuhkan anggaran sampai Rp1 miliar. Dan untuk sarana prasarananya, membutuhkan anggaran Rp1,2 sampai Rp1,4 miliar.

"Program revitalisasi tambak idle ini ditargetkan bisa rampung pada tahun 2027 mendatang," imbunnya.

Sedangkan untuk kebutuhan tenaga kerja, kata dia, KKP meminta 1 orang tenaga kerja yang akan bekerja untuk mengelola 1 hektare tambak.

Baca juga: Perkuat Posisi di Industri Peralatan Dapur, Oxone Hadirkan Flagship Store di PIK Avenue

Baca juga: Lokasi Layanan Samsat Keliling di Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang, Senin 20 Januari 2025 Besok

Artinya kebutuhan tenaga kerja untuk di tambak nanti ada 7.000 orang dan tentunya akan memprioritaskan masyarakat sekitar untuk dapat bekerja.

"Untuk meningkatkan ekspor ikan nila, KKP akan membangun tambak idle dengan menerapkan pola modern, yaitu dengan melapisi plastik pada konstruksi kolam. Sehingga target produksi ikan 80 ton per hektare bisa tercapai," katanya. 

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved