Senin, 1 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Daerah

Nelayan Tanjung Pasir Bantu Bongkar Pagar Laut dengan Kerahkan 200-300 Kapal

Para nelayan itu akan membantu TNI AL serta KKP untuk melakukan pembongkaran pagar di pesisir laut Tangerang Banten.

Tayang:
Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
Sejumlah nelayan yang tinggal di kawasan Desa Tanjung Pasir akan membantu TNI Angkatan Laut (AL) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan proses pembongkaran pagar di pesisir laut Tangerang, Banten, pada Rabu, 22 Januari 2025. 

TRIBUNBEKASI.COM — Sejumlah nelayan yang tinggal di kawasan Desa Tanjung Pasir, turut berkumpul di Pos TNI Angkatan Laut (Posal) di Desa Tanjung Pasir, Tangerang, Banten hari Rabu pagi, 22 Januari 2025.

Para nelayan itu akan membantu TNI Angkatan Laut (AL) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan proses pembongkaran pagar di pesisir laut Tangerang, Banten.

Salah satu nelayan tersebut, Uri (40), tidak bisa memastikan berapa banyak nelayan yang ikut membantu proses pembongkaran pagar laut tersebut.

Meski demikian, kata Uri, para nelayan bakal mengerahkan kurang lebih 200-300 kapal untuk membantu jalannya proses pembongkaran.

"Kami tidak bisa memastikan berapa banyak, yang pasti hampir seluruh nelayan dan instansi Desa Tanjung Pasir ikut membantu. Total kita mengerahkan 200-300 kapal," kata Uri, saat ditemui di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Rabu pagi.

Uri menyebut, para nelayan sangat berterima kasih dengan dilaksanakannya pembongkaran pagar laut tersebut.

Baca juga: Bongkar Kasus Dugaan Suap, KPK Bakal Periksa Lagi Hasto Kristiyanto

Baca juga: Cari Korban Longsor di Petungkriyono Pekalongan, Ratusan Personel Satbrimob Polda Jateng Dikerahkan

Hal itu dikarenakan eksistensi pagar di laut tersebut berdampak pada meningkatnya modal yang harus dikeluarkan para nelayan desa tersebut untuk melaut.

Sedangkan pendapatan mereka dari hasil tangkapan laut malah sebaliknya, menurun drastis.

"Saya ke laut yang biasanya konsumsi Rp100 ribu, sekarang Rp300 ribu. Dapat ikannya cuma Rp50 ribu . Biasanya kita melebihi target Rp50p ribu," terang Uri.

Oleh karena dampak yang begitu terasa bagi para nelayan, Uri mengatakan, para nelayan Desa Tanjung Pasir memutuskan untuk libur melaut

Keputusan tidak melaut itu, sebenarnya membuat para nelayan itu merugi.

Baca juga: Pengembangan Kasus CSR BI, KPK Geledah Lokasi di Cirebon Terkait Anggota DPR Fraksi Nasdem

Baca juga: Lokasi Layanan Samsat Keliling di Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang, Rabu 22 Januari 2025 Ini

"Kita enggak melaut hari ini. Kita rugi, jujur aja. Tapi lebih baik rugi sehari untuk bantu perjuangan kita ini," tegas Uri.

Pantauan di Pantai Tanjung Pasir sekira pukul 09.24 WIB, selain para nelayan, ada ratusan personel dari TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Polair, Bakamla, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), dan Pemprov Banten yang tengah melakukan persiapan sebelum melaksanakan proses pembongkaran pagar di laut.

Berdasarkan keterangan tertulis Dirjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu terdapat total 2.623 personel gabungan dan 281 armada yang dikerahkan dalam pembongkaran pada Rabu ini.

Sebelumnya, pembongkaran pagar laut yang dilakukan TNI Angkatan Laut (AL) di kawasan pesisir Tangerang, Banten, ditunda pada Minggu, 19 Januari 2025. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved