Minggu, 31 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Anggaran Kemensos Dipangkas, Gus Ipul Pastikan Bansos Tak Berkurang

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memastikan efisiensi anggaran tidak mengurangi dana bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
BANSOS -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat ditemui di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Kamis (16/1/2025). Gus Ipul, Kamis (13/2/2025), memastikan efisiensi anggaran tidak mengurangi dana bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan efisiensi anggaran tahun 2025 sebesar Rp 970 miliar.

Langkah ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang diteken Presiden Prabowo Subianto.

Terkait efisiensi anggaran ini, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memastikan efisiensi anggaran tidak mengurangi dana bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.

Hal ini disampaikan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Gus Ipul mengatakan, anggaran untuk bansos tetap utuh meskipun Kemensos melakukan efisiensi sebesar Rp 970 miliar.

"Kaidah yang kami jadikan pedoman dalam melakukan efisiensi adalah yang pertama; memastikan anggaran bansos yang diberikan langsung ke masyarakat tidak dikurangi," kata Gus Ipul.

Kedua, memastikan anggaran operasional yang melekat pada bansos tidak dikurangi. Ketiga, memastikan gaji pegawai dan honor pendamping tahun berjalan tidak dikurangi. 

"Yang keempat, tidak mengurangi kualitas kerja dan semangat kerja dan yang kelima, tidak mengganggu pelayanan publik," ujar Gus Ipul.

Dalam paparannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa postur anggaran Kemensos tahun 2025 mencapai Rp 79,58 triliun. 

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 78 triliun atau 98,5 persen dialokasikan untuk program perlindungan sosial, termasuk bansos, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). 

Selebihnya, anggaran digunakan untuk bantuan atensi, bansos adaptif bencana, serta pemberdayaan kawasan adat terpencil.

Program dukungan manajemen mendapatkan alokasi sebesar Rp 1,16 triliun atau 1,5 persen dari total anggaran, yang digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, pengawasan, serta layanan kesekretariatan.

Namun, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, Kemensos melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 1,32 triliun. Setelah rekonstruksi anggaran, hasil efisiensi yang disepakati menjadi Rp 970 miliar.

"Selisih efisiensi penyesuaian anggaran rekonstruksi adalah Rp 356.793.188.000," ungkap Gus Ipul.

Dana hasil efisiensi tersebut akan dialokasikan untuk bantuan atensi, belanja barang, serta kebutuhan lainnya.

 

Artikel ini telah tayang di   Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved