Senin, 1 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Himpunan Kawasan Industri Keluhkan Aksi Ormas dan LSM Minta Uang 'Jatah Preman' ke Perusahaan

pihaknya sudah berkomunikasi dengan aparat penegak hukum, asosiasi kawasan industri dan perusahaan mengenai ormas dan LSM.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
KUNJUNGI PABRIK KATALIS --- Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu mengunjungi pabrik Katalis di Cikampek, Karawang, Jawa Barat pada Rabu (26/2/2025). Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia menyiapkan langkah konkret terkait adanya keluhan dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia soal keberadaan organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia menyiapkan langkah konkret terkait adanya keluhan dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia soal keberadaan organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

HKI Indonesia menyebutkan Ormas dan LSM dinilai kerap menghambat investasi.

"Kita lagi mitigasi ya kan, kita lagi intens mungkin dalam waktu dekat ada langkah konkret," kata Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Todotua Pasaribu kepada awak media mengenai keluhan HKI Indonesia soal ormas dan LSM usai mengunjungi pabrik Katalis di Cikampek, Karawang, Jawa Barat pada Rabu (26/2/2025).

Todotua menegaskan, iklim investasi di Indonesia harus kondusif. Sehingga, hal-hal seperti dikeluhkan itu akan mempengaruhi biaya pengeluaran perusahaan tinggi. Kondisi itu akan membuat daya saing menurun.

Baca juga: Disnaker Kawal 400 Pekerja Korban PHK Imbas Tutupnya Pabrik Sanken di MM2100 Cikarang Bekasi

"Kita tidak mau investasi di negara kita ini punya cost yang tinggi terkait hal-hal begini. Sehingga daya saingnya jadi menurun, kalau dia nanti ada cost-cost diluar dari fix costnya seperti disebutkan jatah preman pungutan dan lain-lainnya itu harus kita hilangkan karena itu membebani," imbuhnya.

Todotua yang juga sebagai wakil kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menyebutkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan aparat penegak hukum, asosiasi kawasan industri dan perusahaan mengenai ormas dan LSM.

Tujuannya, untuk mitigasi terhadap kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Bagaimana juga keberadaan investasi berdampak positif bagi masyarakat.

"Nanti kita lihat bagaimana kita bisa matchingkan antara kebutuhan daripada lapangan kerja, masyarakat sekitaran dengan keberadaan investasi itu sendiri," katanya.

Tiga pabrik di Bekasi tutup

Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Todotua Pasaribu mengomentari soal penutupan tiga pabrik di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Ia menyebutkan, penutupan tiga pabrik di sektor elektronik di Kabupaten Bekasi itu terkait strategi bisnis.

"Sanken dan lain itu strategi bisnis, kita tidak bisa ikut campur ya," kata Todotua ketika ditanya soal penutupan tiga pabrik di Kabupaten Bekasi saat mengunjungi pabrik Katalis di Cikampek, Karawang, Jawa Barat pada Rabu (26/2/2025).

Ia menjelaskan, pihaknya akan selalu hadir dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan di Indonesia.

Selain itu membuat kebijakan yang kompetitif dengan negara sekitar agar menarik para investor datang berinvestasi di Indonesia.

"Misalnya (kompetitif) kita dengan Vietnam, negara hadir dengan berikan insentif supaya investasi dilakukan di negara kita, intinya bisa kompetitif itu peran negara," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved