Gempa Myanmar
Seorang Pria Ditemukan Selamat Setelah 5 Hari Tertimbun Reruntuhan Hotel di Myanmar
Seorang pria korban gempa Myanmar, ditemukan dalam kondisi selamat setelah 5 hari tertimbun bangunan
Namun, karena komunikasi yang tidak merata dan infrastruktur yang menunda upaya pengumpulan informasi dan pengiriman bantuan, skala bencana yang sebenarnya belum jelas, dan jumlah korban kemungkinan akan bertambah.
Kelompok bantuan mengatakan bahwa respons telah terhambat oleh pertempuran yang terus berlanjut antara junta dan kelompok bersenjata kompleks yang menentang kekuasaannya, yang dimulai dengan kudeta tahun 2021
Julie Bishop, utusan khusus PBB untuk Myanmar, mengimbau semua pihak untuk “memusatkan upaya mereka pada perlindungan warga sipil, termasuk pekerja bantuan, dan pengiriman bantuan yang menyelamatkan nyawa.”
Bahkan sebelum gempa bumi pada hari Jumat, sebanyak 3,5 juta orang mengungsi akibat pertempuran, banyak dari mereka berisiko kelaparan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada Selasa malam, aliansi tiga kelompok bersenjata etnis minoritas paling kuat di Myanmar mengumumkan jeda satu bulan dalam permusuhan untuk mendukung upaya kemanusiaan dalam menanggapi gempa bumi.
Pengumuman oleh Aliansi Tiga Persaudaraan menyusul gencatan senjata parsial terpisah yang diserukan oleh Pasukan Pertahanan Rakyat—kelompok sipil yang mengangkat senjata setelah kudeta untuk melawan kekuasaan junta.
Tetapi telah ada beberapa laporan mengenai serangan udara junta terhadap pasukan oposisi sejak gempa terjadi.
“Kami menyadari bahwa beberapa kelompok etnis bersenjata saat ini tidak terlibat dalam pertempuran tetapi sedang mengorganisasi dan berlatih untuk melakukan serangan,” kata Min Aung Hlaing, menyebutkan sabotase terhadap pasokan listrik, Selasa.
"Karena kegiatan tersebut merupakan serangan, Tatmadaw (angkatan bersenjata) akan terus melakukan kegiatan pertahanan yang diperlukan," jelasnya.
Dikutip dari BBC, pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di wilayah yang paling parah terkena dampak di Mandalay dan Sagaing, di pusat negara tersebut.
Namun, harapan untuk menemukan korban selamat semakin memudar.
Lebih dari 2.700 orang telah tewas sejauh ini, sementara ratusan orang masih hilang.
Kemudian, lebih dari 4.500 orang terluka, menurut pemerintah militer.
Jumlah korban diperkirakan akan bertambah.
Sementara itu, persediaan bantuan untuk para korban terus menipis.
| Korban Gempa Bumi Myanmar-Bangkok Terus Bertambah, Saat Ini Tercatat Lebih dari 2 Ribu Orang Tewas |
|
|---|
| Gempa Myanmar Ibarat Pisau Raksasa Membelah Bumi, Korban Tewas Mencapai Lebih dari 700 Orang |
|
|---|
| Data Korban Gempa Bumi Dahsyat Magnitudo 7,7 Guncang Myamar: 144 Orang Tewas, Ratusan Warga Luka |
|
|---|
| Ada Cahaya Misterius yang Dilihat Warga Bangkok Sebelum Gempa Dahsyat Guncang Myanmar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Gedung-pencakar-langit.jpg)