Senin, 13 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Gempa Myanmar

Seorang Pria Ditemukan Selamat Setelah 5 Hari Tertimbun Reruntuhan Hotel di Myanmar

Seorang pria korban gempa Myanmar, ditemukan dalam kondisi selamat setelah 5 hari tertimbun bangunan

Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Thethaiger.com
AMBRUK - Gedung pencakar langit yang tengah dibangun di Bangkok Thailand ambruk akibat gempa yang berpusat di Myanmar, Jumat (28/3/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM -- Seorang pria korban gempa Myanmar, ditemukan dalam kondisi selamat setelah 5 hari tertimbun reruntuhan bangunan. 

Tim penyelamat dilaporkan berhasil mengevakuasi pria tersebut dalam keadaan selamat.

Laporan ini menjadi penyemangat bagi regu penolong yang berjibaku di antara reruntuhan bangunan.

Sebelumnya, Myanmar dilanda gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) siang.

Peristiwa itu merupakan gempa dangkal yang merusak banyak bangunan di seluruh negeri.

Bencana ini menyebabkan lebih dari 2.700 korban jiwa serta membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Dilansir dari Al Arabiya, peluang menemukan korban selamat semakin kecil seiring berjalannya waktu.

Namun, pada Rabu (2/4/2025), tim penyelamat mengalami momen penuh harapan ketika mereka berhasil menarik seorang pria dalam kondisi hidup dari reruntuhan sebuah hotel di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.

Pekerja hotel berusia 26 tahun itu dievakuasi oleh tim gabungan Myanmar-Turki tak lama setelah tengah malam, kata dinas pemadam kebakaran dan junta.

Ketika diselamatkan, ia terlihat bingung dan berdebu, tetapi masih sadar.

Pria itu ditarik melalui lubang di reruntuhan dan diletakkan di atas tandu, sebagaimana ditunjukkan dalam video yang diunggah di Facebook oleh Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar.

Pemulihan Pascagempa

Beberapa kelompok bersenjata terkemuka yang memerangi militer telah menghentikan permusuhan selama pemulihan pascagempa, tetapi kepala junta Min Aung Hlaing berjanji untuk melanjutkan “kegiatan defensif” melawan “teroris.”

Badan-badan PBB, kelompok-kelompok hak asasi manusia, dan pemerintah asing telah mendesak semua pihak dalam perang saudara Myanmar untuk menghentikan pertempuran dan fokus membantu mereka yang terkena dampak gempa bumi, yang merupakan gempa terbesar yang melanda negara itu dalam beberapa dekade.

Pada Selasa (1/4/2025), Min Aung Hlaing mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.719, dengan lebih dari 4.500 orang terluka dan 441 orang masih hilang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved