Staf DPRD Medan Diduga Minta Setoran dari Pengusaha Biliar, Berawal Curhat Tempat Biliar Kena Razia
Seorang staf anggota DPRD Kota Medan diduga meminta uang setoran dari pengusaha biliar di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut).
TRIBUNBEKASI.COM, MEDAN -- Seorang staf anggota DPRD Kota Medan diduga meminta uang setoran dari pengusaha biliar di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut).
Rekaman percakapan antara staf berinisial AS dan pengusaha rumah biliar ini beredar luas.
Dalam rekaman tersebut, AS mengaku diperintah oleh anggota DPRD untuk menyampaikan pesan bahwa pihak pengusaha harus memberikan setoran bulanan hingga Rp 150 juta.
AS juga menyuruh pengusaha tersebut untuk menghadap seorang anggota DPRD.
Setoran rutin tersebut akan membuat usahanya lancar dan tidak disentuh aparat pemerintah daerah.
Jumlah setoran yang tak sedikit membuat pengusaha rumah biliar menjerit.
Dalam video yang dilihat pada Kamis (1/5/2025), staf anggota DPRD Medan bernama Aris Siregar mengakui video rekaman yang beredar adalah suaranya. Dia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan dalam rekaman suara yang menghebohkan dan memalukan DPRD Medan.
"Saya Aris Siregar, staf anggota DPRD Medan, sungguh-sungguh meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi atas beredarnya rekaman suara terkait pengurusan perizinan salah satu usaha biliar," ucap Aris, pria dalam video.
Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa suara di rekaman yang beredar itu memang suara dirinya dengan seorang pria pengelola usaha biliar di Kota Medan.
"Saya akui suara di rekaman yang beredar itu memang suara saya dengan Topoy alias Adrian, pengelola tempat biliar, Sana Biliar," ucapnya.
Aris mengaku dirinya sudah berteman lama dengan Topoy.
"Awalnya Topoy alias Adrian terus menghubungi saya terkait izin usaha biliarnya yang bermasalah. Karena memang sebelumnya kami sering berhubungan dan kenal dekat. Kami sering bertemu di beberapa kegiatan dan tempat biliar," kata Aris.
Topoy, kata Aris, sudah beberapa kali mengeluhkan usaha biliarnya karena beberapa kali dirazia Dinas Pariwisata Kota Medan.
"Ia meminta tolong kepada saya untuk mengurus kelengkapan izin usaha biliarnya. Dari situ lah rekaman ini kemudian berawal," katanya.
Aris mengaku bahwa pembicaraannya dalam rekaman suara itu dengan pengelola biliar merupakan inisiatifnya sendiri, tanpa diperintah siapapun.
"Saya betul-betul meminta maaf kepada seluruh pihak-pihak yang dirugikan atas beredarnya rekaman ini. Murni kesilapan saya dan di sisi lain karena terdorong ingin membantu teman," ucapnya.
Rekaman mulai beredar 30 April 2025. Dalam postingan berjudul Beredar Rekaman Diduga Staf Anggota DPRD Medan Meminta Sejumlah Uang kepada Pelaku Usaha. Percakapan dua pria kondisi soundnya sudah disamarkan.
Sekretaris DPRD Medan, Ali Sipahutar mengaku belum memonitor perihal AS membuat video pengakuan. Dan akan mendalami dugaan memintah sejumlah uang yang diduga dilakukan oleh AS tersebut.
"Kemarin saya sempat baca di media dan itupun sudah dibantah Ketua Komisi 3 DPRD Medan yang sebelumnya. Yang soal buat pengakuan baru-baru ini belum monitor lagi, tapi yang saya tahu AS tidak staf DPRD, dia staf pribadi mungkin bang. Bukan staf DPRD," ujar Ali Sipahutar.
Sebelumnya juga sempat beredar, dugaan oknum lingkungan DPRD Medan memeras minta uang upeti setoran Tempat Hiburan Malam dan sejumlah spa. Setoran yang diminta tak tanggung, mulai 5 juta hingga 150 juta.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
| Viral Aksi Berani Bocah 10 Tahun di Jaktim: Teriak Maling Sambil Kayuh Sepeda, Pelaku Langsung Kabur |
|
|---|
| Polisi Pastikan Resbob Bakal Jalani Proses Hukum di Bandung |
|
|---|
| Polisi Medan yang Hajar Pengendara Motor Sudah Lama Idap Gangguan Jiwa |
|
|---|
| Viral! Video Perempuan Disiksa Gegara Tolak Diajak Berbuat Kriminal, Pelaku Sudah Ditangkap |
|
|---|
| Seorang Siswa SMP Palembang Ditemukan Tewas di Belakang Sekolah, Polisi Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rekaman-Viral-Oknum-Staf-DPRD-Medan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.