Membandingkan Program Cegah Tawuran Dedi Mulyadi vs Pramono Anung, Mana yang Lebih Efektif?
Gubernur Jabar maupun Gubernur Jakarta terus mencari terobosan untuk menghilangkan tawuran.
Warga Jakarta Timur, Sumantri (43) menuturkan terlampau dini bila menilai program pembinaan keagamaan dan edukasi digagas Pramono Anung tidak efektif mencegah kenakalan remaja.
Baginya butuh waktu untuk menilai efektif atau tidaknya setiap program yang bertujuan baik, sehingga dia menyatakan bahwa program tersebut dapat efektif bila berjalan dengan baik.
"Programnya bagus, tapi apakah efektif perlu dilihat dulu. Seperti mengajak anak-anak ke perpustakaan, itu tetap perlu diawasi pemerintah. Apakah anak itu benar belajar atau tidak," tutur Sumantri.
Menurutnya ide Pramono mengajak anak-anak ke perpustakaan baik, karena buku merupakan sumber ilmu pengetahuan sekaligus dapat memberikan pemahaman tentang kehidupan.
Sumantri optimis bila anak-anak serius membaca beragam buku, maka anak-anak tidak hanya menjadi lebih pintar tapi juga dapat mengubah perilaku anak-anak agar tidak berbuat onar.
Dia juga mengapresiasi program memperpanjang jam operasional taman, sehingga anak-anak yang gemar berolahraga memiliki wadah untuk menyalurkan minatnya.
"Program DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat sebenarnya sama-sama bagus. Cuma ketika anak-anak tetap perlu ada pengawasan, baik dari orangtua, guru, maupun pemerintah," lanjut Sumantri.
Berbeda dengan Sumantri yang menilai butuh waktu untuk menilai program, Kusheri (48) mengatakan tidak sependapat dengan program Pemprov DKI Jakarta dalam pembinaan.
Alasannya kasus tawuran remaja di Jakarta sudah kerap terjadi, dan sudah banyak merenggut korban jiwa, korban luka, maupun mengakibatkan kerugian material.
Kusheri mengatakan dengan kondisi kasus kenakalan remaja sekarang program pembinaan mengirim anak ke barak militer lebih tepat, karena dapat mendidik anak menjadi disiplin.
"Menurut saya kurang efektif, kalau yang efektif itu seperti program (Gubernur Jawa Barat) pak Dedi Mulyadi. Saya lebih pro ke program pak Dedi Mulyadi daripada Gubernur DKI Jakarta," kata Kusheri.
Menurut Kusheri, program pembinaan keagamaan dan edukatif diperlukan, tapi untuk membina anak-anak yang dianggap bermasalah lebih tepat melalui cara tegas dan disiplin.
Kusheri menyarankan Pemprov DKI Jakarta sebaiknya menggabungkan antara program pembinaan di Jakarta saat ini, dengan program pembinaan digagas Pemprov Jawa Barat.
Sehingga naik program pembinaan keagamaan, edukasi, dan disiplin ala militer dapat berjalan bersamaan untuk membina anak-anak yang dianggap bermasalah.
"Kalau bisa ya programnya KDM (Kang Dedi Mulyadi) dengan program Pemprov DKI Jakarta disatukan. Jadi efektif dalam membina dan mencegah anak-anak tawuran," ujar Kusheri.
| Ganggu Fasilitas Umum, Pramono Larang Jualan Hewan Kurban di Trotoar |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Bakal Tata Jalan Tuparev Jadi Kawasan Kota Tua Karawang |
|
|---|
| Ribuan Warga Antusias Hadiri Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Karawang |
|
|---|
| Pemprov Jabar Ungkap Alasan Rute Kirab Tatar Sunda Tidak dari Masjid Agung Syekh Quro |
|
|---|
| Soroti Rute Kirab Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Budayawan Nilai Dedi Mulyadi Ngaco |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-berdialog-dengan-pelajar-d.jpg)