Rabu, 8 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Bupati Bekasi Minta Perpisahan dan Kelulusan Pelajar Digelar di Sekolah Saja

Jika perpisahan sekolah harus dilaksanakan, kata Ade, jangan sampai ada membebani orangtua yang kurang mampu.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Rendy Rutama Putra
PERPISAHAN DI SEKOLAH ---- Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunangmeminta perpisahan dan kelulusan siswa dilaksanakan di sekolah saja. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI --- Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang meminta perpisahan dan kelulusan siswa dilaksanakan di sekolah saja.

Ade Kuswara meminta Dinas Pendidikan melakukan pengawasan terhadap sekolah agar tidak membebani para wali murid terkait kegiatan perpisahan dan kelulusan siswa.

"Kalau ini membebani orang tua, ini yang tidak kita kehendaki sebagai pemerintah. Jadi (perpisahan dan kelulusan siswa) cukup di sekolah saja, kita salam-salaman dan ucapan perpisahan," kata Ade Kuswara usai melantik 156 Pejabat Fungsional Guru dan Pengawas Sekolah di lingkungan di Aula KH Noer Alie, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, pada Senin, (2/6/2025).

Jika perpisahan sekolah harus dilaksanakan, kata Ade, jangan sampai ada membebani orangtua yang kurang mampu.

Baca juga: Kabupaten Bekasi Punya Banyak Tempat Bersejarah, Disbudpora: Bisa untuk Acara Perpisahan Sekolah

Harus ada musyawarah dengan orangtua murid, dan jika semua tidak keberatan, diwajibkan pelaksanaannya tidak jauh atau masih wilayah Jawa Barat.

"Bahwa misalkan ada perpisahan di Kabupaten Bekasi, perpisahannya di Bandung dan itu kita juga ukur juga. Kenapa di Bandung, kan masih Jawa Barat, Jadi aliran-aliran anggaran masih di situ," imbuhnya.

Meski demikian, kata Ade, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah menegaskan jangan ada perpisahan atau kelulusan yang
membebankan orangtua yang kurang mampu.

"Intinya sekiranya jangan sampai cukup di sekolahan saja. Kita selamatan, kita saling dan ucapkan-ucapkan perpisahan," katanya.

Dedi Mulyadi: jangan sok kaya!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlibat perdebatan dengan  Aura Cinta, siswi SMA asal Kabupaten Bekasi, Jabar.

Aura Cinta merupakan siswi yang mengkritik penggusuran pemukiman warga di bantaran sungai yang dicanangkan kebijakan Gubernur Jabar.

Aura Cinta juga menolak larangan perpisahan kelas 12 SMA yang juga dicetuskan Gubernur Dedi Mulyadi.

Perdebatan itu terjadi dalam sebuah pertemuan yang videonya diunggah pada akun YouTube resmi Dedi Mulyadi pada 26 April 2025.

Dalam pertemuan itu, Aura hadir bersama ibunya dan sejumlah warga. Mereka merupakan korban penggusuran rumah di bantaran Sungai Bekasi.

Dalam dialog itu, Aura mempersoalkan kebijakan pelarangan acara perpisahan sekolah yang diterapkan oleh pemerintah daerah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved