Senin, 1 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Bekasi Berkabut

Fenomena Bekaswiss Bisa Terjadi Lagi, Warga Diimbau Tenang dan Tak Perlu Panik

Fenomena Bekasi berkabut menjadi perbincangan hangat di media sosial lahirlah julukan “Bekaswiss.”

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Tribunnews.com/Willy Widianto
BERKABUT - Kemunculan kabut di Cilebut, Sukaraja Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025) malam. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Kota Bekasi berkabut. Fenomena langka ini terjadi setelah Bekasi diguyur hujan, Minggu (29/6/2025).

Banyak warga yang bertanya-tanya, mengapa kabut menyelimuti Kota Bekasi yang berada di dataran rendah.  

Fenomena Bekasi berkabut menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Cuaca Bekasi yang biasanya panas pun berubah menjadi sejuk hingga melahirkan julukan viral: “Bekaswiss.”

Warganet menyamakan Bekasi dengan Swiss, negara yang dikenal dengan pemandangan berkabut, udara dingin, dan suasana tenang. 

Unggahan meme hingga komentar satir pun membanjiri platform seperti X (dulu Twitter), menjadikan kata “Bekaswiss” trending secara nasional.

Wajarkah kemunculan kabut di Kota Bekasi? Apakah Bekasi rasa Swiss akan menjadi permanen atau hanya sesaat?

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, memberikan penjelasan ilmiah soal fenomena kabut di Bekasi. Ia menyebut ada tiga faktor utama penyebab Bekasi berkabut dan cuaca terasa lebih sejuk dari biasanya.

“Ini fenomena normal saat musim hujan dengan angin tenang dan curah hujan tinggi,” kata Guswanto, Senin (30/6/2025).

BMKG menyatakan ada tiga penyebab Bekasi berkabut yakni hujan, kelembaban tinggi, dan pergerakan angin.

“Hujan dapat menyebabkan suhu menjadi lebih sejuk dan kelembaban meningkat,” ujar Guswanto.

Kelembaban tinggi juga bisa menyebabkan Bekasi diselimuti kabut.

“Kelembaban yang tinggi membuat udara terasa lebih dingin dan berkabut.”

Sedankan faktor lainnya adalah pergerakan angin.

“Meskipun angin relatif tenang, tetap bisa membawa udara sejuk dan lembab ke wilayah tersebut,” kata Guswanto.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved