Rabu, 20 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Hebat ! Perempuan Desa Sukadami Bekasi Jadi Kader Penggerak Berantas TBC

Di Sukadami, seluruh kader merupakan perempuan, yang selama ini menjadi motor penggerak utama edukasi dan pendampingan pasien TBC

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Dok. Newsroom Diskominfosantik Kabupaten Bekas
PENANGGULANGAN TBC/ Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait melakukan monitoring dan evaluasi Desa Siaga Peduli Tuberkulosis Tingkat Nasional Tahun 2015, Bertempat di Kantor Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan. Senin, (14/07/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI --- Pemerintah Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi contoh nasional gerakan penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Hal itu ditunjukkan setelah menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Bersama Desa/Kelurahan Siaga TBC pada Senin (14/07/2025) yang dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronika VT Tan, Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan, serta Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Sekretariat Kabinet, Iskandar Muda.

Gerakan kolaboratif ini digelar sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menurunkan angka kasus Tuberkulosis (TBC) nasional melalui pendekatan komunitas.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, Desa Sukadami dinilai berhasil menghadirkan sistem penanganan TBC yang inovatif dan efektif di tingkat desa.

Baca juga: Manfaat Daun Beluntas, Ternyata Bisa Hambat Protein Virus HIV 

"Penurunan angka TBC merupakan program prioritas nasional. Harapannya, di tahun 2030, jumlah kasus dapat ditekan hingga 50 persen. Di Sukadami, selain pengobatan, upaya pencegahan dilakukan secara aktif, salah satunya melalui pelacakan kontak erat dan pengobatan pencegahan TBC,” ujarnya.

Wamenkes juga menyoroti pentingnya peran kader desa sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat.

Di Sukadami, seluruh kader merupakan perempuan, yang selama ini menjadi motor penggerak utama edukasi dan pendampingan pasien TBC di wilayahnya.

Desa Sukadami pun mendapat apresiasi karena telah mengalokasikan dana desa untuk mendukung insentif kader kesehatan, yang menjadi salah satu pendorong konsistensi gerakan.

Melalui pendekatan lokal seperti program Masker TV (Masker, Edukasi, Rujukan TBC) dan nilai-nilai "Sajuta" (Sabar, Jujur, Tawakal), desa ini dianggap mampu mengintegrasikan nilai sosial dalam gerakan kesehatan.

“Yang dilakukan di Sukadami ini bisa menjadi contoh nasional. Bukan semata karena insentif, tetapi karena dedikasi kader yang bahkan sudah bekerja belasan tahun. Pemerintah desa menunjukkan keberpihakan kepada kader dengan memberikan penghargaan nyata,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam pengendalian TBC.

Dia menegaskan bahwa eliminasi TBC membutuhkan kerja sama lintas sektor dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Program pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Pencegahan lebih baik dari pengobatan. Mari kita aktif dalam deteksi dini dan edukasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam mendorong daerah, khususnya desa, untuk terlibat aktif dalam penanggulangan TBC.

“Ini menjadi penguatan nyata bagi kami dalam upaya penanggulangan TBC secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved