Diplomat Muda Tewas
Hari Ini Polda Metro Paparan Hasil Penyelidikan Kematian Arya Daru, Kompolnas Minta Transparan
Namun, penyebab pasti kematian Arya Daru masih menunggu hasil autopsi. Ia berharap hasilnya dapat diumumkan pada hari yang sama.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, SEMANGGI --- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menghadiri rapat koordinasi dan paparan hasil penyelidikan terkait kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025).
Menurut Komisioner Kompolnas Choirul Anam, agenda hari ini penting untuk mengevaluasi sejauh mana proses penyelidikan kasus kematian Arya Daru telah berjalan sesuai prosedur hukum dan prinsip akuntabilitas.
"Hari ini agendanya rapat Anev (analisis dan evaluasi), evaluasi, update, dan sebagainya. Kami dengar juga mungkin nanti ada ahli. Kami ingin mengukur apakah proses penanganannya sesuai prosedur, juga melihat sejauh mana substansi kasus ini ditelusuri secara utuh," ujar Anam mengenai update penyelidikan kematian Arya Daru kepada wartawan, Senin.
Menurut Anam, kehadiran pihak eksternal seperti Kompolnas, Komnas HAM, serta para ahli merupakan langkah penting untuk menjaga transparansi dan kredibilitas penyelidikan.
Baca juga: Arya Daru Sempat di Rooftop Kemenlu 1 Jam 26 Menit Sebelum Tewas, Apa yang Dilakukan?
"Semoga keluarga korban juga bisa mengikuti proses hari ini. Ini penting agar penyelidikan berlangsung transparan dan kredibel. Informasi pertama harus berasal dari sumber resmi dan terverifikasi," tegasnya.
Anam menjelaskan sebagian besar fakta terkait kasus ini telah dikantongi, termasuk rekaman video di atap gedung (rooftop) dan pemetaan lokasi-lokasi penting seperti tempat tinggal korban, kantor, dan pusat perbelanjaan.
"Rekam jejak digitalnya lengkap, bahkan menit per menit. CCTV juga sudah diperiksa. Jadi, dari sisi peristiwa, kasus ini sebenarnya sudah terang," ungkapnya.
Namun, penyebab pasti kematian Arya Daru masih menunggu hasil autopsi. Ia berharap hasilnya dapat diumumkan pada hari yang sama.
"Soal ponsel korban memang belum ada informasi terbaru. Tapi yang menentukan penyebab kematian bukan ponsel, melainkan hasil otopsi. Semoga hari ini sudah keluar," lanjut Anam.
Anam juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga korban dalam proses penyelidikan agar informasi yang mereka peroleh bersumber dari pihak resmi, bukan media sosial.
"Harapan kami, keluarga korban bisa hadir agar mendapatkan informasi langsung dari sumber yang kredibel. Ini penting untuk menghentikan penyebaran spekulasi di media sosial," tuturnya.
Sementara itu, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak membenarkan hari ini adanya kegiatan tersebut.
"Kegiatannya rapat koordinasi dan paparan hasil lidik," ujar Reonald, saat dikonfirmasi, Senin.
Arti lakban kuning
Lakban kuning, bagi pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bukanlah hal yang janggal.
Ketika Arya Daru Pangayunan (39), diplomat muda Kemenlu, yang ditemukan tewas dengan kepala dan wajah dilakban kuning, membeli lakban kuning tersebut, bukan suatu keanehan, sebab bagi pegawai Kemenlu, lakban itu punya arti tersendiri.
Pegawai Kemenlu memang kerap menggunakan lakban kuning jika hendak bertugas ke luar negeri.
Ini sejalan dengan rencana Arya Daru yang akan pindah ke Finlandia bersama keluarganya untuk bertugas di KBRI Helsinki.
"Keterangan dari rekan kerja ADP dan atasan korban di kementerian, lakban kuning memang biasa digunakan oleh pegawai Kemenlu yang bepergian ke luar negeri," jelas Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, melansir Tribunnews.com.
Lakban kuning itu digunakan sebagai penanda bagasi untuk mempermudah mencari barang di bandara.
"Sebagai penanda karena warnanya mencolok. Penanda bahwa itu merupakan barang rombongan dari Indonesia," jelasnya.
Kini lakban kuning yang melilit kepala Arya Daru masih menjadi teka-teki.
Alasan dipilihnya lakban kuning untuk membuat nyawa Arya Daru berakhir masih menjadi pertanyaan banyak pihak yang belum ditemukan jawabannya.
Arya Daru ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban kuning di dalam kamar indekosnya di Gondia International Guesthouse, Gondangdia, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025 pagi.
Lilitan lakban kuning itu membungkus kepalanya, dengan sangat rapi dan rapat, nyaris tak ada celah terbuka.
Sisa lakban masih ada di samping kepala Arya Daru dan ditemukan ada sidik jari korban di permukaan lakban.
Polisi menjadikan lakban kuning itu sebagai barang bukti dan akan diteliti untuk mengungkap penyebab kematian Arya Daru.
Misteri lakban kuning itu memunculkan beragam spekulasi mengenai penyebab kematian pria lulusan HI UGM ini.
Beberapa ahli menduga, fakta-fakta kematian Arya Daru mengarah pada kesimpulan ia tewas karena bunuh diri.
Ada juga yang menduga Arya Daru meninggal dunia karena dibunuh.
Lakban kuning disebut menjadi simbol pembungkaman, dimana pelakunya ingin menyebarkan teror kepada orang lain untuk diam.
Bahkan ekstremnya, ada yang menyebut lilitan lakban kuning di kepala karena adanya fetish tertentu.
Namun dugaan ini dipatahkan oleh Kriminolog Universitas Indonesia, Haniva, yang meyakini penyebab kematian Arya Daru tidak terkait dengan aktivitas menyimpang.
Orang-orang yang melakukan kegiatan menyimpang tidak akan membuat lilitan yang kuat, berbeda dengan yang terjadi pada Arya Daru.
Belakangan diketahui, Arya Daru membeli sendiri lakban kuning itu.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak mengungkap, lakban tersebut dibeli Arya Daru di salah satu tempat perbelanjaan di Yogyakarta.
"Berdasarkan keterangan dari istri korban, lakban kuning itu dibeli di salah satu tempat perbelanjaan di Yogyakarta," ungkapnya.
Yogyakarta merupakan kampung halaman Arya Daru. Ia memang kerap ke sana untuk pulang bertemu istri dan kedua anaknya.
Arya dan keluarganya memang menjalani hubungan jarak jauh, dimana istri serta anak-anak tinggal di Yogyakarta, sementara Arya Daru ngekos di Jakarta untuk bekerja.
Kakak Ipar Arya Daru juga sempat menyebut, korban sempat pulang ke Yogyakarta pada akhir pekan sebelum ditemukan meninggal.
(Sumber : Wartakotalive.com, Ramadhan LQ/m31/Tribunnews.com)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
| Keluarga Tolak Dugaan Bunuh Diri, Polisi Pastikan Kasus Arya Daru Pangayunan Masih Diselidiki |
|
|---|
| Keluarga Diplomat Arya Daru Terima Paket Berisi Simbol Misterius: Bintang, Hati, dan Bunga Kamboja |
|
|---|
| Sosok Wanita Bernama Vara Muncul Dalam Kematian Diplomat Kemenlu Arya Daru, Ada Hubungan Apa? |
|
|---|
| Tetangga Arya Daru di Bantul Ragukan Kesimpulan Polisi, Warga Menduga Ada yang Pegang Kunci Cadangan |
|
|---|
| Kematian Diplomat Arya Daru, Polda Pastikan Tak Ditemukan Unsur Pidana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Komisioner-Kompolnas-Choirul-Anam-ke-Polda-Metro.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.