Selasa, 2 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Warga Pati Siap Demo Berhari-hari hingga Sudewo Mundur dari Jabatan Bupati

Demonstrasi besar-besaran akan digelar oleh warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hari Rabu (13/8/2025) ini.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
DOA BERSAMA - Eks pegawai honorer RSUD RAA Soewondo Pati yang menjadi bagian dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar selamatan dan doa bersama atau istighosah di posko donasi Aliansi, depan Kantor Bupati Pati, Selasa (12/8/2025) malam. Mereka meminta agar dapat dipekerjakan kembali atau Bupati Sudewo yang dilengserkan. 

TRIBUNBEKASI.COM, PATI -  Demonstrasi besar-besaran akan digelar oleh warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hari Rabu (13/8/2025) ini.

Massa akan menyuarakan tuntutan agar Bupati Pati, Sudewo, mundur dari jabatannya.

Aksi warga Pati ini berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas di jalur utama Semarang-Surabaya karena ibu kota Pati tepat berada di jalur tersebut.

Aksi warga Pati ini menargetkan Sudewo mundur dari jabatan Bupati Pati.

Koordinator Lapangan Penggalangan Donasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto mengatakan, massa bakal berunjuk rasa sampai Sudewo menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Bupati Pati.

Menurut Teguh, pihaknya telah menyarankan supaya Sudewo mundur dari jabatannya sebelum tanggal 13 Agustus supaya suasana kondusif dan martabatnya tetap terjaga.

Akan tetapi, Sudewo menolak mundur sehingga pihaknya tetap menggelar unjuk rasa besar-besaran sampai politikus Partai Gerindra itu mengundurkan diri.

Sudewo menjadi sorotan karena dirinya sempat menantang warganya untuk berdemo.

Hal itu terkait dengan kebijakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang mengakibatkan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

PBB-P2 adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

Dibatalkan

Sebelum akhirnya membatalkan kebijakan itu dan meminta maaf, Sudewo mengaku tak gentar meski harus menghadapi gelombang demonstrasi besar menolak kebijakan kenaikan tarif PBB-P2.

Namun, meski sudah meminta maaf dan membatalkan kenaikan tarif PBB, warga tetap akan melaksanakan demo pada 13 Agustus.

Teguh menegaskan warga akan tetap menggelar aksi. “Saya ngobrol sama pihak Polresta. Supaya tertib, aman, damai, sebelum tanggal 13 harusnya dia gelar konferensi pers, nyatakan mengundurkan diri. Gitu aja, malah dia menjaga martabat. Kalau dilengserkan, kan, martabatnya jatuh."

"Kami tidak ingin menjatuhkan martabat orang, tapi kalau memang terpaksa, apa boleh buat,” kata Teguh kepada TribunJateng.com di posko donasi, Selasa (12/8/2025).

Baca juga: Remaja Mencuri Pisang di Pati Jateng Diarak Telanjang Dada ke Balai Desa, Miris Dengar Pengakuannya

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved