Superball Run

Berbadan Mirip Atlet Binaraga, Irza Percaya Diri Pakai Kostum Dora The Explorer

berbagai macam kostum ditampilkan peserta Superball Run 2024, mulai dari jersey untuk lari hingga kostum karakter kartun.

Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Irza, warga Ciracas, Jakarta Timur mengenakan kostum Dora The Explorer saat mengikuti ajang Superball Run 2024 yang ke-9 di Jakarta, Minggu (15/12/2024) pagi. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Ajang lari Superball Run 2024 digelar di kawasan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (15/12/2024) pagi.

Kurang lebih 5.000 pelari berpartisipasi dalam kegiatan olahraga tahunan yang digelar oleh Tribun Network dengan tiga kategori yakni 5 kilometer, 10 kilometer dan 21 kilometer.

Pantauan Tribunnews.com, berbagai macam pakaian digunakan oleh para peserta mulai dari jersey untuk lari hingga kostum karakter kartun.

Salah satunya Irza, pria asal Ciracas, Jakarta Timur. 

Irza mengenakan kostum kartun Dora The Explorer yang merupakan sosok bocah perempuan yang gemar berpetualang.

Dengan tubuh kekarnya, Irza tak malu mengenakan wig, baju singlet berwarna merah muda dan tas yang berisi peta sebagai ciri khas Dora.

"Alasannya pakai kostum Dora karena menutup tahun sih, pengen yang beda aja. Ini udah kali kedua pakai kostum ini," ucap Irza.

Superball Run 2024 merupakan kegiatan yang ketiga kali dia ikuti. 

Menurutnya, selalu ada yang menantang dalam kegiatan ini, salah satunya soal jalur yang melalui flyover.

"(Persiapannya) Latihan, cuma kalau untuk yang hari ini enggak ada yang khusus karena mau seneng-seneng aja yang penting finish happy," ungkapnya.

Sementara Yanno, pria asal Tangerang Selatan (Tangsel) hadir dengan mengenakan kostum karakter di kartun Dragon Ball yakni Son Goku untuk ikut dalam kategori 10 kilometer.

Karakter Son Goku yang dipilih Yanno ini merupakan karakter yang sudah berubah ke level selanjutnya atau biasa dikenal dengan sebutan Super Saiyan dengan ciri khas rambut berwarna kuning.

Yanno yang kerap mengikuti perlombaan lari mengatakan alasan mengenakan kostum tersebut untuk selebrasi akhir tahun setelah target lari yang dia inginkan sudah tercapai di 2024.

"Ini sebagai selebrasi akhir tahun, karena kan kalau dalam setahun pelari biasanya punya target, ini karena target sudah selesai jadi ya udah. Enggak ada hal khusus, ini iseng aja," kata Yanno kepada Tribunnews.com, Minggu.

Yanno bercerita ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang Superball Run. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved