Transjakarta Kecelakaan
Bus Transjakarta Alami Kecelakaan Tabrak Halte Dukuh Atas, Begini Kondisinya
Insiden kecelakaan bus Transjakarta diduga terjadi akibat pramudi berinisial MNM (31) kehilangan fokus saat mengemudi.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
Ia mengaku tidak ikut campur dalam proses renovasi. Semua pengerjaan ditangani langsung oleh pihak TransJakarta.
“Renovasi itu sepenuhnya dilakukan oleh TransJakarta. Saya enggak tahu menahu, pokoknya saya inginnya beres saja,” ujarnya.
Kartinah menduga, surat panggilan itu berkaitan dengan izin bangunan. Namun ia merasa heran karena yang dibangun bukan bangunan baru, melainkan sekadar perbaikan setelah musibah.
“Tadi pagi dikirimin sama Satpol PP, saya jadi pusing kan. Satpol PP ngasih ke tukang terus dikasih ke saya. Saya enggak tahu kenapa sampai dikirimin ginian,” ucapnya dengan nada khawatir.
Ia diminta datang ke kantor Kecamatan Cakung untuk bertemu Satpol PP pada Kamis (16/10/2025). Bukan hanya dirinya, dua pemilik ruko lain juga menerima surat serupa.
“Yang satu itu tukang sepatu, juga korban TransJakarta. Satunya lagi orang yang bangun sendiri. Kalau saya kan dibangunin sama TransJakarta,” katanya.
Kartinah berharap masalah ini tidak berlarut. Ia hanya ingin tenang, menjalani hari-hari di ruko yang selama ini jadi tempat usaha keluarganya.
“Saya kan renovasi bukan kemauan sendiri ya karena ditabrak. Harapan saya sih pengennya tenang saja enggak ada apa-apa gitu, jangan diganggu-ganggu saya lagi,” ujarnya lirih.
BERITA VIDEO : TRANSJABODETABEK RUTE BEKASI-DUKUH ATAS DIRESMIKAN, TARIF HANYA RP 2.000 DAN RP 3.500
Pantauan Warta Kota di lokasi, sisa kayu dari bangunan yang ditabrak masih berserakan di depan ruko. Beberapa pekerja bangunan terlihat sibuk memasang asbes dan plafon. Cat putih baru membuat bangunan tampak segar, namun aroma semen dan debu masih menyelimuti udara.
Belum ada aktivitas jualan dari penyewa ruko karena perbaikan masih berlangsung. Kartinah mengaku sejak tabrakan 19 September 2025 lalu, hidupnya berubah drastis.
“Waktu itu ditawarin mau diganti rugi uang atau direnovasi. Saya pilih renovasi saja karena saya sudah tua, enggak mau pusing,” ceritanya.
Pihak TransJakarta disebut langsung melakukan renovasi beberapa hari pascakejadian. Namun, datangnya surat Satpol PP membuatnya kembali cemas.
Camat Cakung, Fajar Satriyo, saat dikonfirmasi Warta Kota belum merespons panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirim pada Selasa siang.
(Sumber : Wartakotalive.com, Ramadhan LQ/m31)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Transjakarta-kecelakaan-tabrak-halte-Dukuh-Atas.jpg)