Selasa, 21 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Puluhan Mahasiswa Unsika Disebar ke Desa Pelosok untuk Bantu Transformasi Digital

Puluhan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) disebar ke desa-desa pelosok untuk membantu transformasi digital

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Joseph Wesly
Tribunbekasi.com/Muhammad Azzam/Muhammad Azzam
TRANSFORMASI DIGITAL-Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) saat melepas puluhan mahasiswa untuk disebar ke desa pelosok dalam upaya membantu transformasi digital pada Jumat (27/2/2026). (Muhammad Azzam/ Tribun Bekasi). 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menerjunkan 35 mahasiswa Fasilkom ke 16 desa pelosok lewat Program Magang Berdampak untuk mempercepat transformasi digital.
  • \Mahasiswa memetakan Indeks Digital Masyarakat, digitalisasi profil dan potensi desa, serta mengembangkan website desa.id berbasis data dan teknologi.
  • Program juga mendorong digitalisasi UMKM dan literasi digital bagi warga, didampingi dosen dan relawan TIK Jabar.

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Puluhan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) disebar ke desa-desa pelosok untuk membantu transformasi digital.

Rektor Unsika Ade Maman mengatakan transformasi digital jangan hanya menyasar wilayah perkotaan atau industri tapi juga harus masuk kepedesaan. Penguatan digitalisasi justru harus dimulai dari desa.

"Maka Unsika menerjunkan mahasiswanya ke peloksok desa untuk melakukan penguatan digitalisasi," kata Ade pada Sabtu (28/2/2026).

Ia melanjutkan, sebanyak 35 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer atau Fasilkom dikirim kedesa dalam Program Magang Berdampak Unsika.

Program ini untuk mempercepat tranformasi digital di desa secara terukur dan berkelanjutan.

Menurut Ade Maman keterlibatan mahasiswa di desa menjadi bagian penting pembangunan berbasis kolaborasi sekaligus selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi.

Melalui program Magang Berdampak mahasiswa belajar langsung dari masyarakat dan sekaligus membantu membangun tata kelola desa yang berbasis data dan tehnologi.

Ade Maman mengatakan mahasiswa tidak sendirian masuk ke peloksok desa. Sejumlah relawan TIK dari Jawa Barat ikut dalam Program Berdampak ini turun kedesa - desa mempercepat tranformasi digital desa.

"Sementara kami hadir di 16 desa peloksok. Setiap desa akan ada 2 mahasiswa didampingi satu dosen pembimbing.” katanya.

Menurut Ade Maman mahasiswa tidak hanya melakukan observasi tapi juga menghasilkan sistem yang dapat dimanfaatkan desa.

Salah satu kegiatan utamnya yaitu pemetaan Indeks Digital Masyarakat (IDM), digitalisasi profil dan potensi desa serta pengembangan dan pemeliharaan website desa dengan domain desa.id.  

Selain itu selama di desa mahasiswa juga melakukan pendataan potensi UMKM desa, membantu digitalisasi promosi produk lokal hingga menginisiasi perpustakaan desa berbasis digital. Literasi digital bagi masyarakat turut diberikan mencakup kecakapan digital, etika digital, budaya digital serta keamanan digital.

"Tentu kami berpesan agar mahasiswa bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan benar-benar memiliki dampak positif bagi desa," kata Rektor.  (MAZ)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved