Cegah Modus Kecurangan, UTBK SNBT 2026 di Unsika Diawasi Ketat
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Singaperbangsa
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- UTBK SNBT 2026 di Unsika diikuti 12.508 peserta, digelar 10 hari dalam 20 sesi dengan pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan.
- Pemeriksaan berlapis dilakukan, termasuk penitipan barang, metal detector, body checking, serta pengawasan di ruang ujian terhadap perangkat tersembunyi.
- Unsika gunakan sistem aplikasi via USB sebagai mitigasi kecurangan, dengan kuota SNBT 1.763 kursi dan lokasi ujian juga di Polindra serta Poisub.
Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) diawasi ketat untuk mencegah kecurangan
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 diikuti 12.508 peserta dan pelaksanaannya dilakukan dalam satu gelombang selama 10 hari, dengan total 20 sesi.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UNSIKA, Yayat Hendayana, mengungkapkan pihaknya melakukan pengawasan ketat di luar maupun dalam ruangan.
Hal itu dilakukan untuk mewaspadai berbagai modus kecurangan, termasuk penggunaan perangkat tersembunyi seperti kamera mikro yang kerap ditemukan pada pelaksanaan UTBK.
Ada dua titik pemeriksaan di pintu awal masuk, yakni area registrasi di lokasi itu barang bawaan yang tidak diperbolehkan masuk diminta dititipkan di area penitipan.
Karena selama proses UTBK hanya boleh bawa kartu ujian dan identitas saja
Baca juga: Cerita Peserta UTBK SNBT 2026 di Unsika, Berjuang Meraih Perguruan Tinggi Impian
"Terus lapis kedua petugas periksa lagi dengan metal protektor dan body checking kepada peserta. Seperti ada yang pakai jam tangan, anting dan benda-benda mencurigakan lainnya akan ditahan," katanya pada Rabu (22/4/2026).
Selain pengawasan di luar ruangan sebelum masuk, panitia juga melakukan pengawasan dalam ruangan untuk mewaspadai berbagai modus kecurangan, termasuk penggunaan perangkat tersembunyi seperti kamera mikro yang pernah ditemukan pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Kami mengantisipasi segala kemungkinan. Pengawas juga diberi kewenangan untuk mengamati gerak-gerik peserta yang mencurigakan,” katanya.
Ia juga menyebut, adanya perubahan teknis dalam pelaksanaan UTBK tahun ini, yakni penggunaan perangkat USB untuk menjalankan aplikasi ujian.
“Jika sebelumnya aplikasi sudah terinstal di komputer, tahun ini aplikasi dijalankan melalui USB yang baru dipasang pada hari pelaksanaan. Ini sebagai langkah mitigasi risiko terhadap potensi kecurangan,” jelasnya.
Menurut Yayat, Unsika telah melakukan sejumlah simulasi sejak awal April 2026 guna memastikan kesiapan perangkat, jaringan, serta sistem aplikasi di seluruh lokasi ujian.
“Simulasi dilakukan beberapa kali untuk memastikan pada hari pelaksanaan, mulai hari pertama hingga sesi terakhir, tidak ada kendala berarti,” ujar dia.
Yayat juga mengimbau peserta untuk selalu memantau informasi resmi terkait jadwal dan ketentuan UTBK SNBT 2026, serta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan secara instan.
| Cerita Peserta UTBK SNBT 2026 di Unsika, Berjuang Meraih Perguruan Tinggi Impian |
|
|---|
| 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang |
|
|---|
| Puluhan Mahasiswa Unsika Disebar ke Desa Pelosok untuk Bantu Transformasi Digital |
|
|---|
| Kisah Perjuangan Guru Honorer Asal Papua Lulusan PPG Unsika, Rela Tempuh 3 Tiga Jam Cari Internet |
|
|---|
| Unsika Wisuda 1.571 Mahasiswa, Rektor Sampaikan 7 Kunci Sukses Kehidupan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/unsika7.jpg)