Jumat, 15 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Haru Warnai Wisuda Unsika, Istri Wakilkan Wisuda Suami yang Meninggal

WAKILKAN SUAMI WISUDA/ Seorang istri mewakilkan wisuda suaminya yang lulus Pascasarjana Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA)

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Joseph Wesly
Tribunbekasi.com/Muhammad Azzam/Muhammad Azzam
WAKILKAN SUAMI WISUDA- Seorang istri mewakilkan wisuda suaminya sudah meningga saat wisauda Pascasarjana Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), di Aula Syekh Quro UNSIKA, Selasa (12/5/2026). Sang wisudawan Emay Ahmad Maehi meninggal dunia sebelum diwisuda. Emay Ahmad Maehi adalah eks Ketua KPU Karawang. (Dokumentasi/ Tribun Bekasi). 

Ringkasan Berita:
  • Suasana haru mewarnai wisuda Pascasarjana Universitas Singaperbangsa Karawang saat Reni Ernawati mewakili almarhum suaminya, H. Emay Ahmad Maehi, menerima gelar Magister PAI.
  • Almarhum telah menyelesaikan studi dan yudisium Januari 2026, namun meninggal dunia pada 22 Maret 2026 sebelum sempat mengikuti wisuda.
  • Emay dikenal sebagai mantan Ketua KPU Karawang dan aktif di GP Ansor. Tesisnya tentang moderasi beragama juga mendapat penghargaan dari Kemenag Karawang.
 

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Suasana haru menyelimuti prosesi Wisuda Pascasarjana Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), di Aula Syekh Quro UNSIKA, Selasa (12/5/2026).

Di tengah deretan wisudawan yang naik ke atas panggung dengan senyum bahagia, dua perempuan berjalan perlahan dengan mata sembab menahan tangis.

Mereka adalah Reni Ernawati istri dari almarhum H. Emay Ahmad Maehi S.Ag., S.H., M.Ag., yang hadir mewakili almarhum menerima gelar Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah lama diperjuangkannya.

Sang istri ditemani adik almarhum Dr. Siti Hamimah, S.H., M.H naik ke panggung ketika menerima ijazah dan penghargaan akademik.

Isak haru terdengar dari keluarga, bahkan sejumlah wisudawan dan tamu undangan tampak ikut menyeka air mata.

Momen itu menjadi begitu menyentuh. Gelar yang selama ini diperjuangkan dengan penuh kesungguhan akhirnya berhasil diraih, namun sang pemilik mimpi telah lebih dulu pergi untuk selamanya.

“Rasanya campur aduk, senang karena cita-cita beliau tercapai, tapi sedih karena seharusnya suami saya yang berdiri di sini,” ujar Reni dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Emay Ahmad Maehi daftar bakal calon legislatif (bacaleg) partai Demokrat.
Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Emay Ahmad Maehi (kiri) daftar bakal calon legislatif (bacaleg) partai Demokrat. (TribunBekasi.com/Muhammad Azzam)

Almarhum diketahui telah menyelesaikan seluruh proses pendidikan magister dan menjalani yudisium pada Januari 2026.

Namun takdir berkata lain. Sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada 22 Maret 2026, almarhum meninggal dunia sebelum sempat mengenakan toga wisuda yang telah lama dinantikannya.

Bagi keluarga, wisuda tersebut bukan sekadar seremoni akademik. Momen itu menjadi penanda cinta dan perjuangan hidup almarhum terhadap pendidikan yang tak pernah padam hingga akhir hayat.

Semasa hidup, Emay dikenal sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi pendidikan. Kepada keluarga dan anak-anaknya, ia selalu berpesan agar terus menuntut ilmu setinggi mungkin.

“Beliau selalu bilang jangan sampai anak-anak berhenti sekolah. Pendidikan itu penting dan menuntut ilmu wajib sampai akhir hayat,” tutur sang istri sambil meneteskan air mata.

Almarhum merupakan tokoh yang cukup dikenal di Kabupaten Karawang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang dan aktif di berbagai organisasi Islam seperti GP Ansor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved