Gunung Merapi Luncurkan Wedhus Gembel, BPPTKG Minta Warga Jauhi Zona Bahaya
Gunung Merapi yang berada di berada di Jawa Tengah dan DIY kembali meluncurkan awan panas guguran (APG)
Ringkasan Berita:
- Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran 1 km ke barat daya (hulu Kali Krasak) pada 16/2/2026 pukul 08.04 WIB.
- Aktivitas masih tinggi: puluhan gempa guguran, guguran lava hingga 1,7 km; status tetap Level III (Siaga).
- Warga diminta jauhi zona bahaya sungai berhulu Merapi dan waspadai lahar serta abu saat hujan.
TRIBUNBEKASI.COM, SLEMAN– Gunung Merapi yang berada di berada di Jawa Tengah dan DIY kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) atau wedhus gembel pada Senin (16/2/2026) pagi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) meminta warga menjauhi daerah potensi bahaya.
Awan Panas Meluncur 1 Kilometer ke Barat Daya
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan awan panas terjadi pukul 08.04 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak.
“Terjadi awan panas guguran pukul 08.04 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.000 meter ke arah barat daya,” ujarnya.
Awan panas tercatat memiliki amplitudo maksimum 6,53 mm dengan durasi 131 detik.
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Dalam periode pengamatan 16 Februari 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, kondisi puncak Merapi terpantau mendung dan hujan dengan curah 38 mm per hari.
Kegempaan tercatat 45 kali gempa guguran dan 6 kali gempa hybrid/fase banyak. Selain itu, teramati guguran lava 13 kali ke arah barat daya sejauh 1.700 meter, 3 kali ke Kali Krasak sejauh 1.600 meter, serta 2 kali ke Kali Bebeng sejauh 1.300 meter.
Status aktivitas Merapi masih Level III (Siaga) sejak 5 November 2020 dikutip dari Tribun Jogja
Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya
BPPTKG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya. Pada sektor selatan–barat daya, bahaya meliputi Sungai Boyong hingga 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.
Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Warga juga diingatkan mewaspadai lahar dan awan panas terutama saat hujan di lereng Merapi serta potensi gangguan abu vulkanik.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
| Tangisan Daniel saat Selamatkan Sisa Harta Usai Semeru Luluhlantakkan Dusunnya |
|
|---|
| Blandong, Mengenang Sejarah Pertukangan Nusantara di Bentara Budaya Yogyakarta |
|
|---|
| Istri Juru Kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan, Ponirah Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun |
|
|---|
| Bencana Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi, Ganjar Pranowo Temui Warga Lansia |
|
|---|
| Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sabtu ini, Potensi Bahaya Sepanjang 7 Kilometer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Gunung-merapi2.jpg)