Selasa, 14 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Larang Dapur MBG Masak Telur Orak-arik

Presiden Prabowo Subianto minta bertemu dengan seluruh pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Penulis: | Editor: Ign Prayoga
KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN
Jumlah siswa keracunan massal usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (22/9/2025), terus bertambah hingga mencapai 63 orang. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Presiden Prabowo Subianto minta bertemu dengan seluruh pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG).

Saat ini dapur MBG mendapat sorotan tajam karena ada ribuan siswa yang keracunan menu MBG. Di sisi lain, ada sejumlah sekolah yang diminta merahasiakan kasus keracunan MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan Presiden Prabowo Subianto berencana bertemu dengan seluruh mitra Satuan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) atau pengelola dapur MBG sepulang dari lawatan luar negeri.

Hal ini, kata Dadan, merupakan bentuk perhatian Kepala Negara sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergulir. "Ini berita baru bahwa sepulang dari New York (kunjungan luar negeri), Pak Presiden ingin bertemu dengan seluruh mitra yang sudah operasional," kata Dadan dalam konferensi pers di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025). 

Dadan mengatakan, Presiden Prabowo ingin berbicara dan memberikan arahan kepada seluruh mitra agar mengimplementasikan program MBG dengan baik, memanfaatkan dana yang ada, dan meminimalkan kejadian tak diinginkan termasuk keracunan.

Dadan mencontohkan perhatian Prabowo terhadap menu telur dalam MBG. Kepala Negara ingin telur dalam menu  MBG tidak boleh kurang dari satu butir per orang.

Artinya, kata Dadan, SPPG hanya menyediakan dua menu telur, seperti telur mata sapi dan telur bulat. "Beliau ingin lihat telur itu betul-betul satu (telur) per anak. Jadi beliau sangat tidak ingin telur itu diorek-orek atau didadar, karena kalau didadar kan untuk tujuh orang bisa cuma lima telur, untuk sepuluh orang bisa lima telur. Kalau diceplok dengan dibulat itu sudah pasti kelihatan telurnya," papar Dadan dikutip Kompas.com.

Terkait rencana pertemuan itu, Dadan mengaku sudah mendapatkan informasinya. "Kami mendapat informasi bahwa sepulang dari New York, beliau ingin bertemu dengan seluruh mitra yang sudah operasional," ujar Dadan.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo tengah berada di AS untuk menghadiri dan berpidato di Sidang Umum PBB pada 23 September 2025. 

Selepas dari New York, Presiden akan melakukan lawatan ke Kanada dan Belanda. Selama berada di Ottawa, Kanada, ia akan menyaksikan penandatanganan CEPA antara Indonesia dan Kanada.

Dari Ottawa, Kepala Negara akan ke Belanda dan setelah itu akan kembali ke Tanah Air. Prabowo dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 26 atau 27 September 2025.  

Keracunan

Program MBG yang dijalankan sejak pemerintahan Presiden Prabowo, saat ini mendapat sorotan tajam karena ada beberapa kasus siswa keracunan menu MBG.

Kepala Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari pun memaparkan data insiden siswa keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Qodari menyebut, data tersebut didapat dari Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Data dari ketiga instansi itu berbeda namun semuanya menunjukkan ada lebih dari 5.000 siswa mengalami keracunan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved