Selasa, 26 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Makan Bergizi Gratis

Begini Cara Swasta Jamin Standar Keamanan MBG, Pemerintah Bisa Belajar

Program MBG Swasta di Banten berikan makanan gratis untuk 2.200 siswa sekolah khusus. Grab-OVO jamin keamanan pangan dengan inspeksi ketat.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
MBG SWASTA – Tim Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bersama Grab-OVO melakukan inspeksi dapur UMKM Omah Kulina di Tangerang, Kamis (2/10/2025). Inspeksi ini bagian dari pengawasan program Makan Bergizi Gratis untuk anak berkebutuhan khusus. 

TRIBUNBEKASI.COM, TANGERANG – Di sebuah dapur sederhana milik UMKM Omah Kulina di Tangerang, aroma masakan bergizi mengepul.

Panci-panci besar berisi lauk pauk sehat berderet rapi, sementara tim Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bersama Grab-OVO tampak memeriksa setiap detail proses masak.

Bukan sekadar inspeksi biasa, kegiatan ini bagian dari pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta yang ditujukan khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Provinsi Banten.

“Banyak siswa memiliki pantangan makanan tertentu. Karena itu, kami harus memastikan makanan tidak hanya bergizi, tapi juga aman dan sesuai kebutuhan mereka,” kata Ketua Pelaksana Harian YIPB, Cahaya Manthovani, Kamis (2/10/2025).

Program ini sepenuhnya dibiayai sektor swasta lewat skema Corporate Social Responsibility (CSR).

Sejak April 2025, MBG Swasta telah menjangkau lebih dari 2.200 siswa dan guru di 18 Sekolah Khusus (SKh) negeri maupun swasta di lima wilayah Banten yaitu Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Serang, dan Cilegon.

Baca juga: Akhirnya, Polisi Tangkap “Bjorka”, Si Hacker Pencuri dan Jual Data Nasabah Bank

Baca juga: Aksi Nikita Mirzani Joget Caesar dan Ketawa Ketiwi saat Sidang Kasus Pemerasan

Baca juga: Dinkes Bekasi Tegaskan MBG Tidak Wajib, Orang Tua dan Murid Boleh Menolak

Sebanyak 12 UMKM lokal, termasuk kantin sekolah, dilibatkan langsung dalam penyediaan makanan. Tidak hanya menggerakkan roda ekonomi warga, langkah ini juga memastikan makanan yang sampai ke tangan anak-anak benar-benar terjamin kualitasnya.

“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor bisa memberikan solusi. MBG Swasta ini program pertama yang ditujukan khusus untuk sekolah inklusi di Banten,” lanjut Cahaya.

Inspeksi dimulai dari pengecekan kebersihan dapur UMKM mitra, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga konsultasi dengan ahli gizi terkait alergi siswa.

Kegiatan berlanjut ke Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 dan 02 sebagai penerima manfaat, lalu ditutup dengan evaluasi digital di MBG Command Center di kantor GrabSupport, Jakarta Selatan.

Ketua Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, menyebut teknologi digital menjadi kunci. Dari distribusi makanan real-time, hingga pelaporan gizi end-to-end, semuanya bisa dipantau transparan.

“Kami ingin ini jadi model yang bisa melengkapi program MBG pemerintah. Dengan prosedur ketat dan evaluasi berkelanjutan, distribusi makanan bisa lebih transparan sekaligus memberdayakan UMKM,” ujar Maya.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan ada tiga pilar utama dalam program MBG Swasta yaitu pemanfaatan teknologi, penerapan standar gizi dan keamanan, serta pemberdayaan UMKM dan kantin sekolah.

“Dampak sosialnya langsung terasa. UMKM punya pemasukan, anak-anak dapat makanan sehat, dan masyarakat ikut merasakan manfaat,” jelas Neneng.

Inspeksi turut dihadiri Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, serta Kertapradana, Director ID Commercial, Strategic Partnership & Multimoda Grab Indonesia.

Dengan standar yang ketat, MBG Swasta bukan hanya soal makan siang gratis, tetapi juga upaya membangun masa depan yang lebih sehat bagi ribuan anak berkebutuhan khusus di Banten.

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp 

Sumber: Wartakota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved