Pekerja Migran Indonesia Ilegal
Modus Liburan Terbongkar, 137 PMI Ilegal Dicegah Terbang dari Bandara Soetta
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencegah 137 PMI ilegal sepanjang Desember 2025 dengan modus wisata saat libur Nataru.
Penulis: Nurmahadi | Editor: Mohamad Yusuf
Ringkasan Berita:
- Imigrasi Bandara Soekarno Hatta menggagalkan keberangkatan 137 PMI ilegal sepanjang Desember 2025.
- Libur Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan PMI nonprosedural dengan modus wisata ke luar negeri.
- Pemeriksaan dilakukan berlapis melalui wawancara, pengamatan gestur, dan sistem Subject of Interest.
TRIBUNBEKASI.COM, TANGERANG - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta menggagalkan keberangkatan 137 pekerja migran Indonesia ilegal sepanjang Desember 2025.
Upaya pencegahan itu dilakukan di tengah meningkatnya arus penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru.
Petugas mencermati adanya pola keberangkatan mencurigakan dari sejumlah calon penumpang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta Galih Kartika Perdhana mengatakan momen libur akhir tahun kerap dimanfaatkan PMI nonprosedural.
Baca juga: Hendak Diedarkan Saat Nataru, 3.100 Butir Ekstasi dan 3,24 Gram Sabu Disita Polisi
Baca juga: Usut Korupsi Kuota Haji, KPK Kembali Periksa Yaqut Cholil Qoumas Selasa Ini
Baca juga: Santai di Tengah Keramaian, Mahasiswa Curi Raket Padel Seharga Rp 7,7 Juta di Jaksel
Mereka mencoba berangkat ke luar negeri dengan alasan berwisata.
Namun pemeriksaan lanjutan menemukan indikasi kuat para penumpang tersebut hendak bekerja secara ilegal.
“Mereka semua mengaku sebagai wisatawan yang ingin berlibur,” ujar Galih kepada wartawan, Senin (29/12/2025).
Menurut Galih negara tujuan keberangkatan didominasi kawasan Asia dan Timur Tengah.
Beberapa di antaranya Malaysia, Singapura, Kamboja, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025 Imigrasi Soekarno-Hatta juga mencegah keberangkatan 2.917 penumpang.
Sebanyak 1.905 orang di antaranya terindikasi sebagai calon pekerja migran nonprosedural.
Mereka juga berpotensi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana penyelundupan manusia.
Pemeriksaan Berlapis di Konter Imigrasi
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno Hatta Jerry Prima menjelaskan proses deteksi kini semakin menantang.
Calon pekerja migran disebut mulai memahami pola pemeriksaan petugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Kepala-Kantor-Imigrasi-Kelas-I-Khusus-Soekarno-Hatta-Galih-Kartika-Perdhana.jpg)