Reshuffle Kabinet
Respons Ketua DPR Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi menguatnya isu reshuffle Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo
Ringkasan Berita:
- Puan Maharani menegaskan isu reshuffle Kabinet Merah Putih adalah hak prerogatif Prabowo Subianto.
- Pengamat Hendri Satrio menyebut tiga faktor reshuffle: subjektivitas, kinerja, dan faktor politis terkait soliditas kabinet.
- Hendri tekankan pentingnya meritokrasi dan menilai publik wajar ingin tahu waktu reshuffle, meski keputusan sepenuhnya di tangan Presiden.
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi menguatnya isu reshuffle Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Puan menegaskan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.
“(Reshuffle) hak prerogatif Presiden. Silakan tanya ke Istana,” ujarnya di kompleks DPR, Jakarta, kemarin.
Hak Prerogatif Presiden
Isu reshuffle sendiri kembali mencuat dalam beberapa hari terakhir di tengah dinamika politik global yang tidak menentu.
Sementara itu, analis komunikasi politik Hendri Satrio mengungkapkan ada tiga faktor yang biasanya menjadi pertimbangan Presiden dalam melakukan reshuffle.
Pengamat Sebut Tiga Faktor Penentu
Menurutnya, faktor tersebut meliputi subjektivitas (like and dislike), objektivitas terkait kinerja, serta faktor politis.
"Ada tiga menurut saya yang menentukan presiden melakukan reshuffle yaitu subjektifitas alias suka atau tidak suka, objektifitas terkait kinerja, dan yang paling penting politis dalam arti mengganggu soliditas kabinet atau tidak," ujarnya.
Soroti Pentingnya Meritokrasi
Hendri juga menyoroti pentingnya meritokrasi dalam pemerintahan agar birokrasi berjalan profesional.
Ia mengingatkan agar pejabat tidak menerima jabatan jika tidak memahami bidangnya.
"Kalau memang tidak bisa di bidang itu, jangan diterima kerjaan itu, jadilah pejabat yang meritokrasi," katanya.
Menurutnya, masih banyak pejabat yang tidak memahami tugas dari jabatan yang diemban sehingga berdampak pada kinerja.
Publik Wajar Ingin Tahu
Meski menegaskan reshuffle merupakan kewenangan penuh Presiden, Hendri menilai publik wajar ingin mengetahui kapan perombakan kabinet dilakukan.
"Presiden punya kewenangan penuh, tapi wajar juga rakyat ingin tahu reshuffle kabinet akan dilakukan," ujarnya.
Ia pun menegaskan hanya Presiden Prabowo yang mengetahui waktu dan siapa saja yang akan terkena reshuffle.
"Nama saya Hendri Satrio, bukan Prabowo Subianto, yang tahu kapan dan siapa saja yang akan di reshuffle ya hanya Presiden," pungkasnya.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
| Letkol Teddy Bocorkan Petunjuk Soal Reshuffle Kabinet yang Ramai Dibicarakan |
|
|---|
| Jawaban Istana Soal Rumor Adanya Reshuffle Kabinet dalam Waktu Dekat |
|
|---|
| Qodari Jadi Kepala KSP, Rocky Gerung Sebut Prabowo Ngaco, Mahfud MD Ikut Berikan Sindiran |
|
|---|
| Dony Oskaria Resmi Jabat Plt Menteri BUMN, Begini Pertimbangan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Profil Djamari Chaniago, Eks Pangkostrad yang Kini Jadi Menko Polkam Gantikan Budi Gunawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Puan-Maharani-soal-hubungan-PDIP-dan-Jokowi.jpg)