Covid19
Wawancara Eksklusif Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan: Tekan Kasus Covid-19, dari 300 Jadi 50 per Hari
Berani itu juga mencerminkan sebuah optimisme dan keyakinan bahwa Bekasi akan sanggup menangani pandemi
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Saya kebetulan background sebagai Kepala BPBD Provinsi Jabar (Jawa Barat) jadi ada dalam ilmu manajemen bencana itu bagaimana caranya menghadapi bencana.
Mulai dari manajemen pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan pascabencana.
Saya hadapi Covid-19 ini sebagai bencana non-alam pandemi. Maka kami bagi dalam tiga tahap, di pencegahan saya kembangkan tiga pertama KIE (Komunikasi Informasi Edukasi).
Intinya 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, baik kampanye, sosialisasi, edukasi maupun operasi yustisi dan non-yustisi untuk penegakkan disiplin. Kedua melalui vaksinasi, saya kembangkan gerakan program "Vaksinasi Berani".
Ada empat jalur, puskesmas kami tingkatkan, dulu sebelumnya seminggu sekali sekarang tiap hari ada vaksinasi reguler.
Lalu, vaksinasi massal bersama TNI-Polri, organisasi masyarakat, yayasan, dan pihak lainnya.
Kami juga adakan vaksinasi mobile datang ke RT-RT, kampung-kampung bagi masyarakat yang aksesnya susah mencapai puskesmas pun vaksinasi massal atau terpusat tersebut.
Dan keempat vaksinasi pelajar, ini dilakukan di sekolah ya.
Selanjutnya penanggulangan dengan 3T, pencegahan hulu 3T itu hilir. Mulai tracing, testing, treatment. Tracing kami perkuat di level RT.
Jadi di setiap RT ada tracer yang dilatih dari Dinas Kesehatan, apakah itu posyandu kader PKK, Karang Taruna, yang dilatih melakukan tracer jika ada kasus positif kontak eratnya dan suspek.
Lalu testing yakni berkaitan dengan swab.
Dulu tenaga swab ada di puskesmas, sekarang kami dorong ke tingkat RW, tetap dilatih dari tenaga kesehatan.
Terus treatment ada tiga, Isoman Berani, Isoter Berani, dan rumah sakit. Isoman berani itu isolasi mandiri bagi gejala ringan tapi dengan pengawasan ditopang dengan bantuan sosial untuk yang isoman.
Isoter itu isolasi terpusat di tingkat desa kecamatan.
Di perusahaan ada isolasi terpusat di kawasan industri. Nah yang gejala berat dan sedang kami tingkatkan kapasitas rumah sakit.