Berita Karawang
Rencana Pembukaan Ibadah Umroh, Kantor Imigrasi Karawang Laporkan Ada 20 Warga Membuat Paspor Umroh
Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mencatat ada 20 warga Karawang telah membuat paspor umroh.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Pihak Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mencatat ada 20 warga Karawang telah membuat paspor umroh.
Adanya puluhan warga membuat paspoir umroh itu menyusul adanya informasi rencana pemberangkatan Umroh.
"Ada sekitar 20 jamaah yang melakukan pembuatan paspor untuk umroh," ungkap Kepala Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Winarko, pada Rabu (8/9/2021).
Winarko mengungkap, kemungkinan besar pembuatan paspor umroh itu dilakukan karena adanya pemberitaan rencana pembukaan umroh untuk Indonesia.
• Milad ke-60, UIKA Bogor Hadiahi Karyawannya Naik Haji dan Umroh, Luncurkan 15 Prodi Baru
• Biro Perjalanan Haji dan Umroh kian Terpuruk setelah Keputusan Kemenag Soal Pembatalan Haji 2021
• Dua Kali Tidak Kirim Calon Haji, Biro Perjalanan Haji dan Umroh Lakukan Cara Ini Agar Tetap Bertahan
"Jadi mereka melakukan persiapan terlebih dahulu," katanya.
Winarko akui, memang ada penurunan secara drastis pembuatan paspor di Imigrasi Karawang semenjak pandemi Covid-19.
Sejauh ini mulai Januari hingga September 2021 saja, ada 100 pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Karawang.
"Kalau secara umum baru 100 paspor," katanya.
Kasie Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Kusmartono menjelaskan, semenjak PPKM Level 4 pengajuan paspor hanya 5 hingga 10 hari dalam satu pekan.
"Biasanya kalau normal itu 60-80 per hari, tapi setelah mulai PPKM level 2 ini mulai ada lagi peningkatan termasuk yang paspor umroh ini," imbuh dia.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karawang Dadang Ramdani akui masih menunggu keputusan pemerintah.
Keputusan itu soal rencana pembukaan perjalanan umroh setelah Arab Saudi membuka perjalanan ibadah umroh bagi warga Indonesia.
"Kita menunggu seperti apa dari pemerintah terkait umroh ini," ucapnya.
Dia meminta pengusaha biro jasa perjalanan umroh dan haji di Karawang untuk bersabar.
Karena kondisi pandemi Covid-19 banyak biro jasa perjalanan umroh dan haji mengeluhkan dengan usahanya itu.
"Saya imbau untuk bersabar, karena memang seperti ini kondisinya. Dan saat ini pemerintah masih berusaha agar umroh dan haji bisa dilakukan," katanya.
(TribunBekasi.com/MAZ)