Senin, 13 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Daerah

Pemprov DKI Tindaklanjuti Temuan Paracetamol Tinggi di Air Laut Ancol dan Angke

Orang tua yang suka membawa putra putrinya berenang di Ancol harus waspada, sebab temuan Dinas Lingkungan Hidup DKI di luar dugaan.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi Paracetamol - Air laut di Ancol dan Angke mengandung paracetamol, berdasarkan penelitian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan menindaklanjuti temuan paracetamol tinggi di Ancol dan Angke.

Diketahui, sebuah studi mengungkapkan air laut di sejumlah titik di Teluk Jakarta mengandung paracetamol.

Baca juga: Dalam Aksinya Putri Nia Daniaty Catut Nama Menpan RB dengan Modus Dugaan Penipuan CPNS

Menanggapi hal tersebut, Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan bahwa ia bersama pihaknya akan menelusuri sumbernya dan membuat sebuah kebijakan  untuk mengatasi pencemaran itu.

"Nanti kami dalami, kami telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu," ucap Yogi, Jumat (01/09/21).

Menurutnya, kandungan obat-obatan di air laut termasuk ke dalam parameter khusus yang jarang diteliti.

Namun demikian, adanya temuan ini dapat dikategorikan sebagai pencemaran air laut.

Baca juga: Jambret Sadis Pulogadung Sudah Beraksi Puluhan Kali di Sejumlah Lokasi

Maka dari itu, pihaknya membutuhkan pendalaman untuk menguji kualitas air laut di Teluk Jakarta.

"Iya (pencemaran), karena bukan pada tempatnya. Paracetamol kok ada di laut, apa pun yang tidak pada tempatnya, apapun yang melebihi kadarnya di suatu tempat tergolong pencemaran," ucapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pencemaran tersebut akan sangat berdampak bagi biota laut.

"Kan harus di tempatnya ya, pasti akan berpengaruh ke biota laut gitu kan, bisa juga teracuni atau seperti apa.  Mungkin kalau untuk manusia nggak berefek ya tapi terhadap biota laut lainnya ada pengaruhnya," ucapnya.

Sementara itu,  kata Yogi, ia bersama pihaknya telah rutin melakukan pemantauan air laut selama dua kali dalam setahun. Namun, paracetamol tidak menjadi komponen yang diuji.

Baca juga: Pasar Tradisonal dan Modern di Karawang Wajib Sediakan Scanner Aplikasi PeduliLingdungi

"Kalau parasetamol bukan parameter yang standar ya. Cuman memang si perisetnya meneliti yang lebih spesifik, mungkin karena punya pengalaman tertentu makanya kepikiran ke arah sana. Nanti kita cek juga sih, nanti bisa jadi parameter yang kita ukur juga," ucapnya.

Sebelumnya diketahui, sebuah studi berjudul 'Konsentrasi Tinggi Paracetamol di Wilayah Perairan Teluk Jakarta, Indonesia' yang ditulis peneliti Oseanografi LIPI Wulan Koagouw dan beberapa peniliti lain, melaporkan Teluk Angke dan Ancol yang ada di wilayah Jakarta Utara, tercemar paracetamol dengan konsentrasi tinggi.

Penelitian ini melibatkan sampel dari empat wilayah teluk di Jakarta dan satu dari wilayah teluk di Jawa Tengah.

Hasil dari penelitian sampel tersebut menunjukkan wilayah perairan tersebut telah terkontaminasi, dan beberapa kandungannya adalah senyawa dari obat-obatan.

Baca juga: Teh Celli Minta Pelaku Balap Liar di Karawang Diberikan Pendidikan Bela Negara

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved