Berita Bekasi

Pencemaran Kali Cilemahabang Biasanya Terjadi Saat Malam Hari, Air Langsung Berubah Jadi Hitam Pekat

"Enggak selalu hitam begini sih, tapi memang seringnya hitam. Kalau sudah begini biasanya tiga hari baru hijau lagi," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota/Rangga Baskoro
Warga Karangasih saat menyuci pakaian di Kali Cilemahabang yang bewarna hitam. 

Warga yang tinggal di sekitar Kali Cilemahabang berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi membongkar akses jembatan dan pintu air.

Pasalnya, jembatan dan pintu air yang dibuat rendah menyebabkan sampah tersangkut sehingga terjadi penumpukan.

"Kalau bisa ini jembatan dibongkar, terus ditinggiin, pintu airnya juga. Soalnya sampah-sampah suka kesangkut di situ," ucap seorang warga bernama Dien saat ditemui di lokasi, Senin (4/10/2021).

Ia menjelaskan butuh waktu berhari-hari untuk membersihkan sampah yang tersangkut di jembatan dan pintu air.

Terlebih lagi, warga terkendala keterbatasan alat berat.

"Kalau yang nyangkut gelondongan kayu kan kita juga susah angkatnya. Waktu itu saya ikut bantu bersihin sama warga juga. Dua hari juga belum selesai ngangkutin sampah," ungkapnya.

Belum lagi, mereka juga dipusingkan mana kala terjadi banjir akibat meluapnya Kali Cilemahabang.

Sampah-sampah yang tersangkut itu, ikut terbawa luapan air hingga ke permukiman warga.

Jembatan dan pintu air yang dibuat lebih tinggi dinilainya bisa meringankan beban warga saat melakukan pembersihan kali yang jadi sumber kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitar Kali Cilemahabang.

"Misalnya jembatannya tinggi kan sampahnya ngalir tuh, jadi enggak semuanya nyangkut di sini," kata Dien.


 

 
 
 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved