Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Rusunawa Adiarsa Karawang Kondisinya Memprihatinkan, Begini Tanggapan Dinas PRKP

Rusunawa Adiarsa di Jalan Dr Taruno Adiarsa Pusaka, Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat kondisinya memprihatinkan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muh Azzam
Rusunawa Adiarsa di Jalan Dr Taruno Adiarsa Pusaka, Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat kondisinya memprihatinkan. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Rusunawa Adiarsa di Jalan Dr Taruno Adiarsa Pusaka, Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat kondisinya memprihatinkan.

Plt Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, Dedi Ahdiat menjelaskan pihaknya sudah beberapa kali melakan perbaikan Rusunawa Adiarsa tersebut.

Baca juga: Dituduh Bobol Sandi Wifi, Seorang Pria Dianiaya Tetangganya Sendiri

"Dari catatan sudah sering diperbaiki, tapi ya kan gitu karena engga ada peminatnya. Jadi kondisi bangunannya rusak lagi rusak lagi," kata Dedi, pada Senin (11/10/2021).

Dedi melanjutkan Rusunawa itu dibangun sekitar tahun 2005 oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Namun, ternyata kurang peminat warga yang menempati Rusunawa tersebut.

"Jadi memang informasi itu kan dulu bekas kamar mayat RSUD. Oleh karena itu mungkin pada saat itu engga ada yang minat sewa di rusun," ujarnya.

Rusunawa memiliki empat lantai dengan kapasitas 80 tempat tinggal atau kamar. Biaya sewa Rusunawa itu sebesar Rp 200 ribu untuk lantai pertama, lantai kedua Rp 150 ribu dan lantai ketiga Rp 135 ribu.

Baca juga: Rahmat Effendi Bangun Krematorium Pertama untuk Kota Bekasi dengan Anggaran Rp 15 Miliar

Saat ini Rusunawa itu hanya diisi 24 kepala keluarga saja. Tiap lantai masing-masing diisi hanya 8 KK saja.

"Kita sudah berupaya direnovasi dan sebagainya tapi peminatnya masih kurang. Sehingga ini juga berpengaruh terhadap perbaikan dan sebagainya. Karena harus diperbaikin terus sementara yang menghuninya tidak ada, sedikit," jelas dia.

Rusunawa yang sempat tidak ada yang menghuni beberapa tahun, akhirnya dimanfaatkan untuk tempat tinggal para atlet saat Pekan Olahraga Provinsi atau PORPROV Jawa Barat X tahun 2006.

"Ya dulu kan juga saat direnovasi saudara-saudara kita dari serikat tani di kampung deket situ menempati tapi ternyata engga betah, ya itu karena kesan bekas kamar mayat," jelas dia.

Rusunawa memiliki empat lantai dengan kapasitas 80 tempat tinggal atau kamar. Biaya sewa Rusunawa itu sebesar Rp 200 ribu untuk lantai pertama, lantai kedua Rp 150 ribu dan lantai ketiga Rp 135 ribu.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Begal Sadis di Tambun Bekasi, Satu Masih Buron

Saat ini Rusunawa itu hanya diisi 24 kepala keluarga saja. Tiap lantai masing-masing diisi hanya 8 KK saja.

"Kita sudah berupaya direnovasi dan sebagainya tapi peminatnya masih kurang. Sehingga ini juga berpengaruh terhadap perbaikan dan sebagainya. Karena harus diperbaikin terus sementara yang menghuninya tidak ada, sedikit," jelas dia.

Terkait rencana kedepan, Dedi menambahkan pihaknya akan kembali mengajukan pembangunan Rusunawa oleh Kementerian PUPR. Pasalnya, lokasi Rusunawa di Adiarasa tidak strategis.

Lokasi yang diajukannya yaitu di Kampung Budaya Karawang Barat.

"Rencana kedepan kita sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR, dengan direktur pengadaan rumah. Kan dianggap tidak strategis kurang strategis. Sehingga upaya lain dengan akan dibangun rusun lagi tempatnya di sekitar Kp Budaya ada tanah eks bina marga," kata dia.

Baca juga: Berkas Belum Lengkap, Polda Metro ‘tak Berani’ Panggil Haris Azhar Terkait Kasus Luhut

Untuk Rusunawa Adiarsa, kata Dedi, pihaknya akan membahas lebih lanjut untuk fungsi kedepankan.

Akan tetapi kemungkinan tidak lagi sebagai Rusunawa, karena minim peminat.

"Lokasi yang lama ya mungkin belum dipertimbangkan akan dijadikan apa gitu ya. Nanti itu dibahas kembali," tandasnya.

Pengamatan Wartakotalive.com, Rusunawa itu berlokasi di Jalan Dr Taruno Adiarsa Pusaka, Karawang Barat atau tepatnya dekat GOR Adiarsa maupun tempat pemakaman umum Adiarsa.

Kondisi cat rusunawa itu juga sudah usang. Kemudian kondisi rumput-rumput di halaman depan sudah panjang tak terawat.

Baca juga: Teh Celli Bangga pada Prestasi Atlet Karawang di Ajang PON XX Papua dengan 18 Medali

Kamar mandi juga sangat kotor, saluran air di lokasi itu juga mampet. Banyak sekalian dinding yang retak dan bekas bocor di sejumlah titik atap bangunan kamar.

Junaidi (70) warga mengakui kondisi Rusunawa memprihatinkan.

Dia yang telah tinggal tiga tahun ini merasa tidak nyaman.

"Dibilang engga nyaman ya pasti, tapi mau gimana lagi. Saya engga ada tempat tinggal lagi, di sini kan murah sewanya," ujarnya, saat ditemui di lokasi, pada Senin (11/10/2021).

Dia menjelaskan kerusakan Rusunawa sudah terjadi sejak pertama kali tinggal. Bangunan ini sudah pernah diperbaiki akan tetapi kembali rusak.

Baca juga: Maksud Hati Bermain, yang Terjadi Deva Panik saat Borgol tak Bisa Lepas dari Tangannya

"Kalau kusam mah sudah dari saya datang, terus juga banyak kamar kosong engga dihuni karena rusak sama bocor atapnya. Sudah pernah diperbaiki tapi gitu lagi," jelas dia.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved